Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2779321
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
839
1464
2303
2712337
34257
45614
2779321
Your IP: 54.198.212.30
Server Time: 2018-10-15 10:24:41

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ringkasan Nurul Yaqien Sejarah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam

الدرس الخامس

مبايعته رضي الله عنه

1 – بعد وفاة رسول الله صلى الله عليه وسلم اجتمع الأنصار فى قبة تعرف بسقيفة بنى ساعدة للمفاوضة فيمن يتولى الخلافة .

2 – فقر رأيهم على مبايعة زعيمهم ( سعد بن عبادة ) .

3 – ولما علم المهاجرون باجتماعهم اسرعوا الى السقيفة يتقدمهم ابو بكر وعمر وابو عبيدة .

4 – فقال لهم الأنصار : منا امير ومنكم امير , واشتدالجدال والخلاف .

5 – وخطب ابو بكر خطبة بين فيها الهد ف الأسمى من جعل الخلافة لقريش ثم قال :

6 – نحن الامراء وانتم الوزراء , ولا يدين العرب الا لقريش , وقد رضيت لكم احد هذين الرجلين ( يعنى عمر بن الخطاب وابا عبيدة

7- فنهض عمر وحسم النزاع ومد يده لأبى بكر فبايعه وتبعه الحاضرون .

8 – ودخل المسجد وبايعه الناس , وخطب فيهم خطبة حثهم فيها على التمسك بالدين ورسم السياسة التى اعتزم ان يسوسهم بها .

Terjemahan:

Pengangkatan Abu Bakar radli’allahu anhu

1.      Sesudah wafatnya Rasulullah s.a.w. lalu para sahabat Anshar sama berkumpul di sebuah qubah yang terkenal dengan nama Saqifah (balai pertemuan) bani Sa’idah guna merundingkan siapa yang menduduk kursi kekhalifaan .

2.      Kaum Anshar telah bermufakat untuk mengangkat pemimpin mereka Sa’ad bin Ubadah.

3.      Ketika sahabat muhajirin mengetahui bahwa sahabat Anshar sama berkumpul, mereka segera menuju ke Saqifah dan mereka di pimpin oleh Abu Bakar, Umar dan Abu Ubaidah.

4.      Golongan Anshar lalu berkata kepada kaum muhajirin : “dari kita ada seorang pemimpinnya dan dari tuan pun ada pemimpinnya (amirnya)”. Karena itu timbullah perbantahan mulut antara dua golongan itu.

5.      Abu Bakar lalu mengucapkan khutbah yang di dalamnya beliau menerangkan tujuan yang terutama mengapa kekhalifaan itu seharusnya dipegang oleh golongan Quraisy. Antara lain beliau berkata :

6.      “Kitalah yang jadi amir (pemimpin) dan golongan saudara-saudara yang jadi wazir (menteri) yakni pembantu. Tidaklah bangsa arab ini akan beragama melainkan karena adanya kaum Quraisy itu. Agaknya aku telah rela, kalau yang menjadi khalifah itu ialah seorang di antara dua orang ini: (yakni Umar Bin Khattab atau Abu Ubaidah ).

7.      ‘Umar lalu bangun dan menentramkan pertengkaran tadi serta dengan segera menjabat tangat Abu Bakar dan mengangkat beliau jadi khalifah yang kemudian diikuti oleh orang-orang banyak.

8.      Kemudian Abu Bakar masuk masjid dan dibai’at oleh orang banyak. Sesudah beliau di bai’at lalu berkhutbah 1*) yang isinya menyuruh mereka agar berpegang teguh dengan agama dan merencanakan politik yang dimaksudkan oleh beliau guna mengatur mereka.

 

---------

 

1*) Diantara khutbah beliau aialah : “ Hai orang-orang banyak! Saudara-saudara telah menjadikan aku sebagai khalifah memimpinmu: tetapi bukanlah aku ini sebaik-baik orang di di antara kamu semua. Oleh karena itu jika aku berlaku baik , maka ikutilah aku dan kalau aku berlaku serong maka lempangkanlah aku. Benar itu dapat di percaya dan berdusta itu adalah cedera (khianat ). Orang-orang yang lemah di antara kamu semua itu, bagi saya adalah orang yang kuat sehingga akan kubeirkan hak-hak kepadanya, dan orang-orang yang kuat di antara kamu semua itu, bagi saya adalah orang yang lemah , sehingga akan kuberikan kepadanya hak-hak nya . Insya allah (kalau tuhan menghendaki) jangan ada di antara kamu semua yang akan meninggalkan berjuang, karena sesungguhnya suatu golongan itu tidak akan meninggalkannya, kecuali allah menjadikan mereka itu hina. Taatlah padaku selagi aku masih taat pada Allah dan Rasulnya. Maka bila aku berlaku maksiat kepada allah , janganlah kamu semua tunduk taat kepadaku. Kerjakanlah sembahyangmu ! niscaya allah akan mengasihi kamu.

Umar Abdul Djabbar, Ringkasan Nurul Yaqien, (Surabaya : Awab Abdullah Attamimi 2015. ) Juz. 3 Hlm. 10-11

 

---------

 

Oleh: Ust. Ach Hosiyanto Ilyas S.Pd.I