Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2880377
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
50
1840
4736
2809480
18640
48266
2880377
Your IP: 54.234.228.78
Server Time: 2018-12-12 00:43:44

Imam Qulyubi @ 13 Desember 2015

Assaalamu alaikum.


Masalah :

Seorang wanita bernama Tukiyem adalah seorang wanita yang suka bergonta ganti pacar dan juga terkadang terjadi hubungan intim (zina) dengan pacarnya

. Namun , Akhirnya dia memutuskan bertaubat kepada allah kemudian ia menikah dengan Laki-laki yang bernama Mat Pelor .


satu bulan berlalu si suami (Mat Pelor) menanyakan pada istrinya (Tukiyem) perihal Keadaannya (pernah berzina apa belum ? )


pertanyaan :


bagaimana hukumnya jika tukiyem berbohong (mengaku tidak pernah berzina) pada suaminya demi mempertahankan keluarganya ?

 

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

"Bagaimanakah hukum berbohong dengan tidak mengakui perbuatan zina demi menjaga keutuhan rumah tangga?"

 

Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyati di dalam kitabnya (I’anah al Thalibin) menyatakan “Ketahuilah, sesungguhnya dianjurkan bagi orang yang melakukan perzinahan dan setiap prilaku kema’siatan untuk menutupi atas dirinya (perbuatannya), berdasar hadits “Barang siapa melakukan perbuatan keji, maka tutupilah dengan penutup Allah, barang siapa memperlihatkan kepadaku catatannya, niscaya aku tegakkan had atas dirinya”. (HR. al Hakim)


Imam Sulaiman bin Muhammad bin Amr al Bujairami al Mishri al Syafi’i di dalam kitabnya (Hasyiyah al Bujairami ‘Ala al Khatib) menyatakan bahwa wajib bagi orang yang menyimpan untuk mengingkari simpanannya dari orang dhalim. Ini merupakan bagian dari kondisi yang harus berbohong. Pada asalnya berbohong adalah haram, namun terkadang hal itu diperbolehkan seperti (kebohongan) istri demi menjaga keharmonisan rumah tangganya.


Dengan demikian dapat di ketahui bahwa hukum berbohong dengan tidak mengakui perbuatan zina yang telah dilakukan demi menjaga keutuhan rumah tangga adalah boleh, bahkah dianjurkan (sunah). Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

 

واعلم أنه يسن للزاني ولكل من ارتكب معصية أن يستر على نفسه: لخبر: من أتى من هذه القاذورات شيئا فليستتر بستر الله تعالى، فإن من أبدى لنا صفحته أقمنا عليه الحد رواه الحاكم . إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (4/ 166(

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

 

قَوْلُهُ: (وَيَجِبُ عَلَى الْوَدِيعِ إنْكَارُ الْوَدِيعَةِ مِنْ ظَالِمٍ) هَذَا مِنْ الْمَوَاضِعِ الَّتِي يَجِبُ فِيهَا الْكَذِبُ، فَإِنَّهُ فِي الْأَصْلِ حَرَامٌ؛ وَقَدْ يَجُوزُ كَالزَّوْجَةِ حِفْظًا لِحُسْنِ عِشْرَتِهَا وَكَإِصْلَاحِ ذَاتِ الْبَيْنِ. حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (3/ 300(

 

Daftar Pustaka:
1. I’anah al Thalibin. IV/ 166
2. Hasyiyah al Bujairami ‘Ala al Khatib. III/ 300

 

=========

 

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:
1. Al-Ustadz Tamam Reyadi
2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan
3. Al-Ustadz Abdul Malik
4. Al-Ustadz Rofie Chaniago
5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik Hafidzahullah

EDITOR:

Al-Ustadzah Naumy Syarif Hafidzahallah