Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2737116
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
868
1286
2154
2667770
37666
91073
2737116
Your IP: 54.161.71.87
Server Time: 2018-09-24 12:18:59

Raden Segoro 10 Desember 2015 pukul 13:00

Assalamu'alaykum warahmah...mau nanya kepada para guru dan sesepuh MTTM dan semua member dari sabang sampai marauke banhkan seluruh dunia

.


pertanyaanya apakah Al-Qur'an Braille termasuk mushaf dan apakah harus punya wudhu' untuk memegangnya...? Atas jawabannya al faqier ucapkan beribu" terimakasih wassalamu'alaykum warahmah....

 

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

“Apakah al Qur’an Braille termasuk mushaf sehingga menyentuhnya harus dalam kondisi suci dari hadats?”

Imam Sulaiman bin Manshur al Azhuri di dalam kitabnya (Hasyiyah Jamal ‘Ala Syarh al Minhaj) menyatakan bahwa bukan rahasia lagi, sesungguhnya mushaf adalah nama untuk kertas yang di dalamnya terdapat tulisan al Qur’an, juga bukan sebuah rahasia bahwa hal itu meliputi keseluruhan sisi kertas bahkan bagian yang berwarna putih, maka dari itu tidak ada perbedaan antara menyentuh sekaligus, atau bagian yang masih sambung atau terpisah (Ali bin Ibrahim al Halabi, ح ل). Yang dimaksud dengan kertas yang di dalamnya dituliskan kalam Allah adalah sesuatu yang dikategorikan mushaf secara konvensi walaupun sedikit, seperti sebagian (ayat). Dalam hal ini tidak dipertimbangkan penulisan yang bertujuan selain untuk dibaca.


Imam Zakariya bin Muhammad bin Ahmad bin Zakariya al Anshari di dalam kitabnya (al gharar al Bahiyah Fi Syarh al Bahjah al Wardiyah) menyatakan bahwa diperbolehkan menulis al Qur’an dengan selain bahasa Arab dan berlaku baginya hukum mushaf dalam menyentuh, membawa namun tidak dengan membacanya, dan haram menjadikan kertasnya sebagai pelindung yang lain. Iya, tidak diharamkan mejadikan pelindung kertas yang dituliskan semisal “basmalah”. Dikutip dari Imam Ahmad bin Ahmad bin Salamah al Qalyubi (ق ل). Yang jelas letak hal itu (ketidak haraman menjadikannya sebagai pelindung) adalah jika tidak bermaksud meremehkan atau kejatuhan kotoran, tidak dengan sesuatu yang terdapat di dalamnya. Jika tidak (demikian), maka hukumnya adalah haram bahkan dapat menyebabkan kufur. Dikutip dari Imam Ahmad bin Qasim al ‘Ubbadi (سم) dalam menguraikan kitab “Tuhfah”.


Dengan demikian dapat diketahui bahwa al Qur’an Braille (al Qur’an dengan sistem tulisan dan cetakan (berdasarkan abjad Latin) untuk para tunanetra berupa kode dengan berbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat diraba) adalah dikategorikan mushaf, sehingga menyentuhnya harus dalam kondisi suci dari hadats. Wallahu a’alam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

 

(قَوْلُهُ أَيْضًا: وَمَسُّ مُصْحَفٍ) لَا يَخْفَى أَنَّ الْمُصْحَفَ اسْمٌ لِلْوَرَقِ الْمَكْتُوبِ فِيهِ الْقُرْآنُ وَلَا خَفَاءَ أَنَّهُ يَتَنَاوَلُ الْأَوْرَاقَ بِجَمِيعِ جَوَانِبِهَا حَتَّى مَا فِيهَا مِنْ الْبَيَاضِ وَحِينَئِذٍ فَمَا فَائِدَةُ عَطْفِ الْأَوْرَاقِ وَقَدْ يُقَالُ فَائِدَةُ ذَلِكَ الْإِشَارَةُ إلَى أَنَّهُ لَا فَرْقَ بَيْنَ أَنْ يَمَسَّ الْجُمْلَةَ، أَوْ بَعْضَ الْأَجْزَاءِ الْمُتَّصِلَةِ، أَوْ الْمُنْفَصِلَةِ اهـ ح ل ...............الى ان قال وَالْمُرَادُ بِهِ مَا يُسَمَّى مُصْحَفًا عُرْفًا وَلَوْ قَلِيلًا كَحِزْبٍ مَثَلًا وَلَا عِبْرَةَ فِيهِ بِقَصْدِ غَيْرِ الدِّرَاسَةِ . حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (1/ 73(

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

 

(فَرْعٌ) يَجُوزُ كِتَابَةُ الْقُرْآنِ بِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَلَهَا حُكْمُ الْمُصْحَفِ فِي الْمَسِّ وَالْحَمْلِ دُونَ قِرَاءَتِهِ وَيَحْرُمُ جَعْلُ أَوْرَاقِهِ وِقَايَةً لِغَيْرِهِ نَعَمْ لَا يَحْرُمُ الْوِقَايَةُ بِوَرَقَةٍ مَكْتُوبٍ فِيهَا نَحْوُ الْبَسْمَلَةِ ق ل وَظَاهِرٌ أَنَّ مَحَلَّهُ إذَا لَمْ يَقْصِدْ امْتِهَانَهُ أَوْ أَنَّهُ يُصِيبُهَا الْوَسَخُ لَا مَا فِيهَا وَإِلَّا حَرُمَ بَلْ قَدْ يَكْفُرُ سم عَلَى التُّحْفَةِ. اهـ. الغرر البهية في شرح البهجة الوردية (1/ 148(

 

 

Daftar Pustaka:
1. Hasyiyah Jamal ‘Ala Syarh al Minhaj. I/ 73
2. Al gharar al Bahiyah Fi Syarh al Bahjah al Wardiyah. I/ 148

 

=========

 

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:
1. Al-Ustadz Tamam Reyadi
2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan
3. Al-Ustadz Abdul Malik
4. Al-Ustadz Rofie Chaniago
5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik

EDITOR: Al-Ustadzah Naumy Syarif