Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2451780
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
18
2099
15136
2365070
56903
80336
2451780
Your IP: 54.166.245.10
Server Time: 2018-05-26 00:04:47

All Aziz 31 Januari 2017• Kota Cirebon, Jawa Barat

AS'salamualaikum wrb boleh tanya APA ARTI KAFIR??

.. kalau pun ada yg mau tuk jwb dn iborot ny titipn dr tetangga sukron

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

“Apakah arti “Kafir”?”

 

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa “Kafir” adalah orang yang tidak mempercayai Allah dan Rasul-Nya.

Di dalam sebuah literatur Fiqh Kontemporer (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaituyah) dijelaskan bahwa secara etimologi “Kafir” berarti menutupi, sedang secara terminology berarti mengingkari sesuatu yang harus dipercaya dan diyakini.

Imam ‘Iyad bin Musa bin ‘Iyad di dalam kitabnya (Ikmalu al-Mu’allim) juga menjelaskan bahwa sabda Nabi “Setiap budak yang melarikan diri dari tuannya, maka ia telah kufur hingga ia kembali” adalah berarti membangkang dan mengingkari haknya dan menutupinya. Inilah arti asal “Kafir”.

Di dalam sebuah literatur Fiqh (Hasyiyah al-Syibramalisi) juga dijelaskan bahwa (pernyataan pengarang: kufur nikmat adalah kebalikan syukur) menggunakan redaksi الْكُفْرَانِbukanlah kufur (الْكُفْرَ), karena sesungguhnya kufur adalah pengingkaran terhadap sesuatu yang diketahui dari Rasulullah secara pasti. Redaksi kitab “al-‘Aini ‘Ala al-Bukhari” الْكُفْرَانِadalah bentuk masdar sebagaimana الْكُفْرَ dan perbedaan antara keduanya, sesungguhnya الْكُفْرَberkenaan dengan Agama sedang الْكُفْرَانِberkenaan dengan nikmat, dan di dalam pengingkaran nikmat terdapat kekufuran yang merupakan kebalikan Iman. Orang yang ingkar kepada Allah, ia adalah “Kafir”, juga termasuk “Kafir” adalah mengingkari nikmat yang merupakan kebalikan syukur. Di dalam kitab “al-Misbah” diungkapkan bahwa tidak beriman terhadap Allah adalah “Kafir” demikian juga mengingkari nikmat. Maka jelas bahwaالْكُفْرَانِ diucapkan untuk sebuah keingkaran atas sesuatu yang datang dari Rasulullah dan itu sama dengan الْكُفْرَ.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat ditarik sebuah benang merah bahwa “Kafir” secara bahasa berarti menutupi. Adapun secara syar'i adalah mengingkari sesuatu yang harus dipercaya atau diyakini bahwa hal itu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. والله اعلم

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Ach Hosi Yanto Ilyas:

 

أ - الْكُفْرُ :

2 - الْكُفْرُ لُغَةً هُوَ : السَّتْرُ .

وَاصْطِلاَحًا : هُوَ إِنْكَارُ مَا عُلِمَ مِنَ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ

الموسوعة الفقهية الكويتية - (ج 41 / ص 18)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

وقوله: " أيما عبد أبَقَ من مواليه فقد كفر حتى يرجع ": أى جحد حقه وغطَّاه، وهذا أصل معنى الكفر،

إكمال المعلم بفوائد مسلم (1/ 327)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

ـ (قَوْلُهُ: وَالْكُفْرَانُ نَقِيضُ الشُّكْرِ) عَبَّرَ بِالْكُفْرَانِ دُونَ الْكُفْرِ لِمَا قِيلَ إنَّ الْكُفْرَ إنْكَارُ مَا عُلِمَ مَجِيءُ الرَّسُولِ بِهِ ضَرُورَةً، وَالْكُفْرَانُ إنْكَارُ النِّعْمَةِ. وَعِبَارَةُ الْعَيْنِيِّ عَلَى الْبُخَارِيِّ: الْكُفْرَانُ مَصْدَرٌ كَالْكُفْرِ، وَالْفَرْقُ بَيْنَهُمَا أَنَّ الْكُفْرَ فِي الدِّينِ وَالْكُفْرَانَ فِي النِّعْمَةِ، وَفِي الْعُبَابِ الْكُفْرُ نَقِيضُ الْإِيمَانِ، وَقَدْ كَفَرَ بِاَللَّهِ كُفْرًا، وَالْكُفْرُ أَيْضًا جُحُودُ النِّعْمَةِ وَهُوَ ضِدُّ الشُّكْرِ، وَقَدْ كَفَرَهَا كَفُورًا وَكُفْرَانًا اهـ - رَحِمَهُمُ اللَّهُ -. وَفِي الْمِصْبَاحِ: كَفَرَ بِاَللَّهِ يَكْفُرُ كُفْرًا وَكُفْرَانًا، وَكَفَرَ النِّعْمَةَ وَبِالنِّعْمَةِ أَيْضًا جَحَدَهَا اهـ.

وَهُوَ صَرِيحٌ فِي أَنَّ الْكُفْرَانَ يُطْلَقُ عَلَى إنْكَارِ مَا عُلِمَ مَجِيءُ الرَّسُولِ بِهِ فَهُوَ مُسَاوٍ لِلْكُفْرِ فَلَا يَتِمُّ مَا فِي الْعَيْنِيِّ. إهــ

حاشية الشبراملسي ج ١ ص ٢٦ المكتبة الشاملة

 

Daftar Pustaka:

1.      Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaituyah. XLI/ 18

2.      Ikmalu al-Mu’allim. I/ 327

3.      Hasyiyah al-Syibramalisi. I/ 26

4.       

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Rofie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Abdulloh Salam

8.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik S.P.d I