Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2833220
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1386
1646
4485
2763940
19749
68407
2833220
Your IP: 54.144.100.123
Server Time: 2018-11-13 20:13:53

چاه سلفي دماك

30 Januari 2017 pukul 8:22

Assalamualaikum sobat sya mau tnya bagaimana pandangan fiqih tentan seseorang yang tdak menyakini adanya imam mahdi

 

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bagaimanakah hukum mengingkari adanya Imam Mahdi?”

Imam Ahmad; Syihabuddin bin Hajar al-Haitami di dalam kitabnya (al-Fatawa al-Haditsiyah) mengungkapkan bahwa beliau pernah ditanya tentang sekelompok orang yang meyakini bahwa laki-laki yang meninggal 40 tahun silam adalah Imam Mahdi yang dijanjikan akan tampak kembali pada ahir zaman dan orang yang mengingkarinya dihukumi kufur. Beliau menjawab, sesungguhnya keyakinan semacam itu adalah batil, sesat dan bentuk kebodohan. Yang pertama karena keyakinan secam itu menyalahi konteks Hadits yang runtutannya mencegah sesuatu yang berbeda. Yang kedua karena sesungguhnya berakibat pengkufuran terhada para Imam yang menjelaskan di dalam kitab-kitabnya tentang ketidak benaran opini mereka dan sesungguhnya orang yang meninggal tersebut bukanlah Imam Mahdi, dan barang siapa mengkafirkan sesama muslim, maka ia kafir, murtad dan dibunuh jika tidak bertaubat dan mereka adalah orang-orang yang mengingkari Imam Mahdi pada ahir zaman. Terdapat di dalam Haditsnya Abu Bakar al-Iskafi sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barang siapa mendustakan (datangnya) Dajjal, maka ia kufur dan barang siapa mendustakan Imam Mahdi, maka ia kufur”, dan mereka adalah orang-orang yang mendustakannya, maka dikhawatirkan mereka kufur.

Di dalam sebuah literatur (Fatawa al-Syabkah al-Islamiyah) dijelaskan dengan sesi tanya jawab sebagai berikut:

Soal: Bagaimanakah hukum orang yang menyatakan bahwa al-Mahdi sejatinya tidak ada dan sesungguhnya al-Masih Dajjal hanyalah sebuah kiasan dari meluasnya kerusakan pada era sekarang dan ia bukanlah manusia?

Fatwa: Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kapada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya - أما بعد- telah sampai kepadaku Hadits-hadits al-Mahdi yang dinanti dan Hadits-hadits al-Masih Dajjal yang beredar sebagaimana yang telah disebutkan oleh para Imam dan pakar hadits, diantaranya al-Hafidz bin Hajar al-‘Asqalani, al-Sakhawi, al-Safarini di dalam kitab “Lawaihi al-Anwar” dan “al-Kitani” yang dikemas dalam bentuk syair dari berbagai Hadits yang beredar, Imam al-Hafidz al-Faqih Ibnu Hajar al-Haitami, juga al-Syaukani (dan seterusnya). Imam Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang orang yang ingkar akan al-Mahdi yang dijanjikan, maka beliau menjawab “Sesungguhnya hal itu jika karena mengingkari Hadits secara langsung, maka kufur yang dituntut hukuman mati disebabkan kekufuran dan kemurtadannya. Namun jika tidak karena mnegingkari Hadits dan hanya murni menentang Imam-imam Islam, maka ia dituntut hukuman yang tegas dan dikucilkan sesuai opini Hakim yang pastinya sesuai dengan dianggap besarnya kesalahan semacam ini dan bobroknya akidah, baik dengan cara dipenjara, dipukul, ditampar dan lain sebagainya serta diancam agar kembali pada kebenaran dan mengembalikan akidah serta kepercayaanya akan syari’at dan mencegah dari kekufuran”.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa hukum mengingkari adanya Imam al-Mahdi adalah diperinci sebagai berikut:

· Jika yang dimaksud adalah mengingkari Hadits terkait keberadaan dan akan datangnya Imam al-Mahdi, maka hukumnya adalah kufur dengan konsekuensi hukuman mati

· Jika yang dimaksud adalah mengingkari para Imam Islam (bukan Hadits terkait), maka hukumnya adalah haram dan diancam dengan hukuman berat. والله اعلم

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Rofie:

وسئلت عن طائفة يعتقدون في رجل مات من منذ أربعين سنة أنه المهدي الموعود بظهوره آخر الزمان وأن من أنكر كونه المهدي المذكور فقد كفر فما يترتب عليهم ؟

فأجبت : بأن هذا اعتقاد باطل وضلالة قبيحة وجهالة شنيعة :

أما الأول فلمخالفته لصريح الأحاديث التي كادت تتواتر بخلافه كما ستملى عليك . وأما الثاني فلأنه يترتب عليه تكفير الأئمة المصرحين في كتبهم بما يكذب هؤلاء في زعمهم وأن هذا الميت ليس المهدي المذكور ، ومن كفر مسلماً لدينه فهو كافر مرتد يضرب عنقه إن لم يتب ، وأيضاً فهؤلاء منكرون للمهدي الموعود به آخر الزمان .

وقد ورد في حديث عند أبي بكر الإسكافي أنه ( صلى الله عليه وسلم ) قال : ( من كذب بالدجال فقد كفر ومن كذب بالمهدي فقد كفر ) وهؤلاء مكذبون به صريحاً فيخشى عليهم الكفر. الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي - (ج 1 / ص 26)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ach Hosi Yanto Ilyas:

السؤال

ما حكم من يذكرأن المهدي ليس حقيقة وأن المسيح الدجال كناية فقط عن كثرة الفساد في هذا الزمان وليس بشراً؟

الفتوى

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فقد بلغت أحاديث المهدي المنتظر وأحاديث المسيح الدجال حد التواتر كما ذكر ذلك أئمة الحديث، منهم: الحافظ ابن حجر العسقلاني والسخاوي والسفاريني في لوائح الأنوار والكتاني في نظم المتناثر من الحديث المتواتر، والحافظ الفقيه ابن حجر الهيتمي، والشوكاني. .............الى ان قال وقد سئل ابن حجر الهيتمي عمن أنكر المهدي الموعود به فأجاب: أن ذلك إن كان لإنكار السنة رأسا فهو كفر يقضى على قائله بسبب كفره وردته فيقتل، وإن لم يكن لإنكار السنة وإنما هو محض عناد لأئمة الإسلام فهو يقتضي التعزير البليغ، والإهانة بما يراه الحاكم لائقاً بعظيم هذه الجريمة، وقبح هذه الطريقة، وفساد هذه العقيدة، من حبس وضرب وصفع وغيرها من الزواجر عن هذه القبائح ويرجعه إلى الحق راغماً على أنفه، ويرده إلى اعتقاده ما ورد به الشرع ردعاً عن كفره. انتهى. فتاوى الشبكة الإسلامية - (ج 4 / ص 1886)

 

Daftar Pustaka:

1. Al-Fatawa al-Haditsiyah. I/ 26

2. Fatawa al-Syabkah al-Islamiyah. IV/ 1886

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

8. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik. S.P. d I