Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2382119
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
164
3875
18600
2293792
67578
80405
2382119
Your IP: 54.198.122.70
Server Time: 2018-04-27 00:59:59

Imam Qulyubi @ 8 Maret 2016 pukul 18:06 

Assalamu alaikum. ketika seorang wanita usai melahirkan kemudia ia langsung keluar darah. 

pertanyaannya : apakah ia harus mandi wiladah mengingat ia masih keluar darah ?? ataukah mandi wiladah di cukupkan ketika suci dari darah nifas ? 

~~~~~~~~~ 

JAWABAN: 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

“Apakah wajib mandi wiladah usai melahirkan walaupun masih mengeluarkan darah atau mandi wiladah cukup ketika suci dari nifas?” 

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (al Majmu’ Syarh al Muhaddzab) menyatakan dalam sebuah cabang hukum “Apabila wanita mengalami haidl kemudian ia junub atau ia junub kemudian ia mengalami haidl, maka mandi dari janabah yang dilakukannya ketika haidl adalah tidak sah, karena tidak ada guna di dalamnya. Dan dalam hal ini ada pendapat lemah yang dituturkan oleh Ulama’ Khurasan bahwa mandi janabahnya adalah sah, dan di dalamnya berfaidah membaca al-Qur`an apabila kita mengacu pada pendapat yang lemah yang menyatakan bahwa bahwa bagi wanita yang sedang haidl boleh membaca al-Qur`an. Dan hal ini sudah berlalu penjelasannya dari pengarang kitab al-'Uddah. 

Imam Abdurrahman bin Abu Bakar al Suyuthi di dalam kitabnya (al Asybah Wa al Nadhair) menyebutkan kaidah Fiqh yang no. 9 yang menyatakan “Apabila ada dua perkara yang sejenis dan maksud (tujuannya) tidak berbeda berkumpul jadi satu, maka secara umum salah satunya masuk kepada yang lain”. Dan diantara cabang kaidah ini adalah: “Apabila hadats dan junub berkumpul menjadi satu, maka cukup mandi saja menurut madzhab Syafi'i, seperti halnya berkumpulnya junub dan hadats sebab haidl (maka cukup mandi satu saja)”. 

Imam Ibnu Hajar al Haitami di dalam kitabnya (al Fatawa al Fiqhiyah al Kubra) menjelaskan bahwa jika wanita melahirkan dan ia tidak melihat darah sama sekali, maka tidak ada nifas baginya, dan jika ia telah mandi, maka ia telah suci dari segala sesuatu. 

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa wanita yang mengeluarkan darah pasca melahirkan tidak harus mandi wiladah dan ia hanya berkewajiban mandi pada saat suci dari nifas, karena keharusan mandi wiladah adalah bagi wanita yang tidak mengeluarkan darah (pasca melahirkan). Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi: 

(فرع) إذا حاضت ثم اجنبت أو اجنبت ثم حاضت لم يصح غسلها عن الجنابة في حال الحيض لانه لا فائدة فيه وفيه وجه ضعيف ذكره الخراسانيون انه يصح غسلها عن الجنابة ويفيدها قراءة القرآن إذا قلنا بالقول الضعيف أن للحائض قراءة القرآن وقد تقدم هذا قريبا عن صاحب العد . المجموع شرح المهذب - (ج 2 / ص 150)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi: 

القاعدة التاسعة إذا اجتمع أمران من جنس واحد ولم يختلف مقصودهما دخل أحدهما في الآخر غالبا فمن فروع ذلك إذا اجتمع حدث وجنابة كفى الغسل على المذهب كما لو اجتمع جنابة وحيض . الأشباه والنظائر - (ج 1 / ص 126)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi: 

من وَلَدَتْ ولم تَرَ دَمًا فَلَا نِفَاسَ لها أَصْلًا فإذا اغْتَسَلَتْ فَلَهَا حُكْمُ الطَّاهِرَاتِ في كل شَيْءٍ . الفتاوى الفقهية الكبرى - (ج 1 / ص 95)

 

 

Daftar Pustaka:

1. al Majmu’ Syarh al Muhaddzab. I/ 304

2. Al Asybah Wa al Nadhair. I/ 126

3. Al Fatawa al Fiqhiyah al Kubra. I/ 95

 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie Sakera

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: 

Al-Ustadz Ibnu Malik SP. d I

 

Link Diskusi: Disini