Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2634067
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1080
1154
5166
2564294
25690
70732
2634067
Your IP: 54.156.85.167
Server Time: 2018-08-15 15:10:28

Dhinanzah Fathoni Duaempat @ 10 April 2016 pukul 8:18

assalamualaikum wr wb mohon penjelasan nya. saya punya kucing hendak mau dimandikan....... yang saya mau tanyakan .... apakah boleh kucing dimandikan dan adapula yg menGATAKAN NAJIS dan membolehkan. mohon penjelasan nya para ustad dan ustadzah

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bolehkah memandikan kucing terkait pernyataan yang menyatakan bahwa bulu kucing adalah najis?”

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (al Majmu’ Syarh al Muhaddzab) dalam sebuah cabang hukum mengutip pernyataan Imam al Baghawi yang menyatakan bahwa jika sayap burung yang halal di makan dagingnya terputus dalam kondisi hidupnya, maka bulu tersebut najis mengikuti bangkainya. Dan jika rambut dan bulu hewan yang tidak halal di makan dagingnya dicukur atau dipotong, atau dicabut, maka sahabat-sahabat kami sepakat menyatakan dihukumi sebagai rambut bangkai, karena sesuatu yang terpisah dari hewan yang hidup adalah mati, maka dari itu pula, berlaku baginya hukum hilaf terdahulu berkenaan dengan rambut bangkai.

Imam Syamsuddin; Muhammad bin Abi al Abbas; Ahmad bin Hamzah bin Syihabuddin al Ramli di dalam kitabnya (Nihayah al Muhtaj) juga menyatakan bahwa para Imam menjelaskan tentang ditolelirnya najis dalam beberapa kontek masalah. Diantaranya adalah bagian yang terpisah dengan sendirinya atau karena pekerjaan pelaku dari hewan yang hidup adalah sebagaimana bangkainya, yaitu suci dan sebaliknya bedasar sebuah Hadits yang menyatakan “Sesuatu yang terputus dari hewan yang hidup adalah bangkai”, maka tangan seseorang tetap suci walaupun dipotong karena tindak pencurian. Sedang bagian dari ikan, belalang dan semisal domba adalah najis.

Syaikh Ibrahim al Bajuri di dalam kitabnya (Hasyiyah al Bajuri) menegaskan bahwa dikecualikan dari hewan yang halal dimakan dagingnya adalah hewan yang tidak halal seperti keledai dan kucing, maka rambutya adalah najis, hanya saja najisnya ditolelir jika sedikit begitu juga banyak bagi orang yang mendapat cobaan. Dari pemaparan tersebut di atas, secara eksplisit dapat diketahui bahwa hukum memandikan kucing adalah diperbolehkan, karena pada dasarnya semua hewan termasuk kucing (selain anjing dan babi) adalah suci termasuk bulunya. Hanya saja jika bulu tersebut rontok, maka hukumnya adalah najis yang ditolelir jika sedikit, dan tidak ditolelir jika banyak kecuali bagi orang yang mendapat cobaan. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

(فرع) قال البغوي لو قطع جناح طائر مأكول في حياته فما عليه من الشعر والريش نجس تبعا لميتته: الرابعة إذا جز الشعر والصوف والوبر والريش من حيوان لا يؤكل أو سقط بنفسه أو نتف فاتفق أصحابنا على أن له حكم شعر الميته لان ما ابين من حي فهو ميت وحينئذ يكون فيه الخلاف السابق في شعر الميتة . المجموع شرح المهذب – (ج 1 / ص 241)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

وصرح الأئمة بالعفو عن النجاسة في مسائل كثيرة المشقة فيها أخف من هذه المشقة والجزء المنفصل بنفسه أو بفعل فاعل من الحيوان الحي كميتته طهارة وضدها لخبر ما قطع من حي فهو ميت فاليد من الآدمي طاهرة ولو مقطوعة في سرقة أو كان الجزء من سمك أو جراد ومن نحو الشاة نجسة . نهاية المحتاج – (ج 1 / ص 245)

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

وخرج بالمأكول غيره كالحمار والهرة فشعره نجس لكن يعفى عن قليله بل وعن كثيره فى حق من ابتلى به كالقصاصين . حاشية الباجوري-2-290

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

وأما الحيوانات، فطاهرة، إلا الكلب، والخنزير، وما تولد من أحدهما. ولنا وجه شاذ، أن الدود المتولد من الميتة نجس العين، كولد الكلب، وهذا الوجه غلط، والصواب: الجزم بطهارته. وأما الميتات، فكلها نجسة، إلا السمك والجراد، فإنهما طاهران بالإجماع، وإلا الآدمي، فإنه طاهر على الأظهر، وإلا الجنين الذي يوجد ميتا بعد ذكاة أمه، والصيد الذي لا تدرك ذكاته، فإنهما طاهران بلا خلاف. روضة الطالبين وعمدة المفتين (1/ 13)

Daftar Pustaka:

1. Al Majmu’ Syarh al Muhaddzab. I/ 241

2. Nihayah al Muhtaj. I/ 245

3. Hasyiyah al Bajuri. II/ 290

4. Radlah al Thalibin Wa ‘Umdah al Muftin. I/ 13

=========

MUSYAWIRIN: Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I