Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2518029
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1680
2473
6100
2437012
52033
71119
2518029
Your IP: 54.144.16.135
Server Time: 2018-06-19 22:00:24

 

Ulloh Doank @ 5 April 2016 pukul 3:25

 

assalamualaikum wr wb. bagai mana dengan hukum jual beli online

 

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

“Bagaimanakah hukum jual beli online?”

 

Di dalam sebuah literatur (Syarh al Yaqut al Nafis) dijelaskan bahwa yang diperhitungkan dalam akad-akad adalah subtansinya, bukan bentuk lafadznya. Dan jual beli via telpon, teleks, telegram dan semisalnya telah menjadi alternatif utama dan dipraktikkan.

 

Imam Syamsudin; Muhammad bin Abi al Abbas; Ahmad bin Hamzah bin Syihabuddin al Ramli di dalam kitabnya (Nihayah al Muhtaj) juga menyatakan bahwa (dan menurut qaul al-Azdhar, sungguh tidak sah) selain dalam masalah fuqa’-sari anggur yang dijual dalam kemasan rapat/tidak terlihat- (jual beli barang ghaib), yakni barang yang tidak terlihat oleh dua orang yang bertransaksi, atau salah satunya. Baik barang tersebut berstatus sebagai alat pembayar maupun sebagai barang yang dibayar. Meskipun barang tersebut ada dalam majlis akad dan telah disebutkan kriterianya secara detail atau sudah terkenal secara luas (mutawatir), seperti keterangan yang akan datang. Atau terlihat di bawah cahaya, jika cahaya tersebut menutupi warna aslinya, seperti kertas putih. Demikian menurut kajian yang kuat.

 

Di dalam sebuah literatur Fiqh (al Syarqawi ‘Ala al Tahrir) juga dijelaskan bahwa sebuah materi yang berada dalam perlindungan sah diperjual belikan dengan menyebutkan jenis dan sifatnya seperti budak berkebangsaan habsyi dengan sifat-sifat yang disebutkan di dalam akad inden. Ini dianggap sebagai jual beli, bukan inden dengan materi tetap berada di dalam perlindungannya dengan mempertimbangkan lafadznya. Maka dalam kontek ini tidak disyaratkan untuk menyerahkan harga sebelum berpisah.

 

Prof. DR. Wahbah al Zuhaili di dalam kitabnya (al Fiqh al Islam Wa Adillatuhu) juga menjelaskan tetang tata cara meratifikasi transaksi menggunakan HP, Radio dan lain sebagainya. Beliau menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “kesatuan majelis” yang ditekankan dalam setiap transaksi bukanlah keberadaan orang yang melakukan transaksi dalam satu tempat, karena terkadang salah satu dari mereka berada dalam sebuah tempat, sedang yang lain ditempat yang berbeda ketika terdapat perantara yang menghubungkan, sebagaimana transaksi dengan HP, Radio atau dengan tulisan. Sesungguhnya yang dimaksud dengan “kesatuan majelis” adalah kebersamaan waktu yang mana orang-orang yang melakukan transaksi disibukkan dengan transaksi tersebut. Maka “majelis akad” adalah sebuah kondisi yang mana orang-orang yang bertransaksi menerima perundingan dalam akad. Maka dari itu, “majelis akad” dalam pembicaraan via HP, atau Radio adalah waktu kebersamaan selagi pembahasan dalam kontek transaksi, dan ketika pembahasan perpindah pada pembahasan lain, maka kebersamaan mereka dalam “majelis akad” telah usai.

 

Di dalam sebuah literatur Fiqh kontemporer (Daru al Ifta’ al Mishriyah) juga dijelaskan sebagai berikut:

 

Hukum melakukan Transaksi Jual Beli Melalui Internet

 

Nomor Urut : 2635

 

Tanggal Jawaban : 13/12/2005

 

Memperhatikan permintaan fatwa No. 2785 tahun 2005 yang berisi: Apa hukum menggunakan internet sebagai media dalam transaksi jual-beli?

 

Jawaban: Mufti Agung Prof. Dr. Ali Jum'ah Muhammad

 

Sebagai salah satu media komunikasi internasional, internet tidak berbeda dengan media komunikasi yang lain, seperti telepon, teleks, faksimile dan media-media lainnya.

 

Hukum penggunaan media komunikasi sebagai sarana transaksi jual-beli adalah dibolehkan selama tidak mengandung unsur ketidak jelasan dan penipuan. Internet dapat juga digunakan sebagai penghubung dalam transaksi yaitu sebagai media iklan dan pemasaran barang, selama konsisten terhadap prinsip-prinsip yang telah disebutkan. Begitu juga boleh digunakan sebagai jasa pelayanan, selama memberikan informasi yang sesuai dengan kenyataan.

 

Dengan demikian, penggunaan internet (jaringan informasi internasional) untuk memperkenalkan suatu barang dan sebagai media yang mempermudah pelaksanaan akad adalah dibolehkan, selama tidak terdapat unsur ketidakjelasan dan penipuan. Begitu juga dibolehkan menggunakannya sebagai alat layanan jasa selama memberikan informasi yang akurat. Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

والعبرة في العقود لمعانيها لا لصور الالفاظ وعن المبيع والشرأ بواسطة التليفيون والتلكس والبرقيات كل هذه الوسائل وامثالها معتمدة اليوم وعليها العمل . شرح اليقوت النفيس

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

والأظهر أنه لا يصح في غير نحو الفقاع كما مر بيع الغائب وهو ما لم يره المتعاقدان أو أحدهما ثمنا أو مثمنا ولو كان حاضرا في مجلس البيع وبالغا في وصفه أو سمعه بطريق التواتر كما يأتي أو رآه في ضوء إن ستر الضوء لونه كورق أبيض فيما يظهر . نهاية المحتاج - (ج 3 / ص 415)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

 

(وَ) الْعَيْنُ (اَلَّتِي فِى الذِّمَّةِ يَصِحُّ بَيْعُهَا بِذِكْرِهَا مَعَ جِنْسِهَا وَصِفَتِهَا كَعَبْدِ حَبَشِيٍّ خمُاَشِيّ) مَعَ بَقِيَّةِ الصِّفَاتِ الَّتِي تُذْكَرُ فِى السَّلَمِ (وَعُدَّ) هَذَا (بَيْعًا لا سَلَمًا مَعَ أَنَّهَا) أَىْ الْعَيْنَ (فِى الذِّمَّةِ إِعْتِبَارًا بِلَفْظِهِ فَلا يُشْتَرَطُ فِيْهِ تَسْلِيْمُ الثَّمَنِ قَبْلَ التَّفَرُّقِ) . الشرقاوى على التحرير الجزء 2 صحـ : 16- 17 مكتبة الحرمين

 

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

 

كيفية إبرام التعاقد بالهاتف واللاسلكي ونحوهما من وسائل الاتصال الحديثة: ليس المراد من اتحاد المجلس المطلوب في كل عقد كما بينا كون المتعاقدين في مكان واحد، لأنه قد يكون مكان أحدهما غير مكان الآخر، إذا وجد بينهما واسطة اتصال، كالتعاقد بالهاتف أو اللاسلكي أو بالمراسلة (الكتابة) وإنما المراد باتحاد المجلس: اتحاد الزمن أو الوقت الذي يكون المتعاقدان مشتغلين فيه بالتعاقد، فمجلس العقد: هو الحال التي يكون فيها المتعاقدان مقبلين على التفاوض في العقد (2)، وعن هذا قال الفقهاء «إن المجلس يجمع المتفرقات» (3). وعلى هذا يكون مجلس العقد في المكالمة الهاتفية أو اللاسلكية: هو زمن الاتصال ما دام الكلام في شأن العقد، فإن انتقل المتحدثان إلى حديث آخر انتهى المجلس. الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (4/ 2950)

 

Dasar pengambilan (5) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ - ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺒﻴﻊ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺀ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻹﻧﺘﺮﻧﺖ

 

ﺍﻟﺮﻗـﻢ ﺍﻟﻤﺴﻠﺴﻞ : 2635 ﺗﺎﺭﻳﺦ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ : 13/12/2005

 

ﺍﻃﻠﻌﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﻠﺐ ﺍﻟﻤﻘﻴﺪ ﺑﺮﻗﻢ 2785 ﻟﺴﻨﺔ 2005ﻡ ﺍﻟﻤﺘﻀﻤﻦ ﺳﺆﺍلا ﻋﻦ ﺍﺳﺘﺨﺪﺍﻡ ﺍلإﻧﺘﺮﻧﺖ ﻓﻲ ﺑﻴﻊ ﻭﺷﺮﺍﺀ ﺍﻟﺴﻠﻊ ﻭﺍﻟﻮﺳﺎﻃﺔ ﻓﻴﻬﻤﺎ.

 

ﺍﻟـﺠـــﻮﺍﺏ : ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍلأﺳﺘﺎﺫ ﺍﻟﺪﻛﺘﻮﺭ ﻋﻠﻲ ﺟﻤﻌﺔ ﻣﺤﻤﺪ ﺍلإﻧﺘﺮﻧﺖ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍلاﺗﺼﺎلاﺕ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﺔ لا ﺗﺨﺘﻠﻒ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺠﻬﺔ ﻋﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍلاﺗﺼﺎﻝ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻬﺎﺗﻒ، ﻭﺍﻟﺘﻠﻜﺲ، ﻭﺍﻟﻔﺎﻛﺲ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍلاﺗﺼﺎﻝ. ﻭﺣﻜﻢ ﺍﺳﺘﺨﺪﺍﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﺎملات ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﻳﺔ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﺘﻰ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﺴﺘﺨﺪﻡ ﺑﻄﺮﻳﻘﺔ لا ﺗﺸﺘﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺗﻐﺮﻳﺮ ﺃﻭ ﺟﻬﺎﻟﺔ ﺃﻭ ﻏﺶ ﻛﺎﻧﺖ ﻃﺮﻗًﺎ ﻣﺒﺎﺣﺔ ﻟﻌﺮﺽ ﺍﻟﺴﻠﻊ ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﺻﻞ لإﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺼﻔﻘﺎﺕ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﻳﺔ، ﻭﻳﻤﻜﻦ ﺍﺳﺘﺨﺪﺍﻣﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺳﺎﻃﺔ ﻟﺘﻴﺴﻴﺮ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺪﻭﺭ ﺍﻟﺪلاﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻠﻊ ﻭﺍﻟﺘﻌﺮﻳﻒ ﺑﻬﺎ ﻣﻊ ﺍﻟﺘﺰﺍﻡ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﺫﻛﺮﻩ ﻣﻦ ﺿﻮﺍﺑﻂ. ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﺨﺪﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﻘﺪﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﺍلإﻧﺘﺮﻧﺖ ﻣﺘﻰ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻨﺒﺊ ﻋﻦ ﻭﺍﻗﻊ. ﻭﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ: ﻓﺈﻥ ﺍﺳﺘﺨﺪﺍﻡ ﺍلإﻧﺘﺮﻧﺖ - ﺷﺒﻜﺔ ﺍﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺎﺕ ﺍﻟﺪﻭﻟﻴﺔ - ﻟﻠﺪلاﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻠﻊ ﻭﺗﻴﺴﻴﺮ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﺼﻔﻘﺎﺕ ﻣﻊ ﺍﻧﺘﻔﺎﺀ ﺍﻟﺘﻐﺮﻳﺮ ﻭﺍﻟﺠﻬﺎﻟﺔ ﻭﺍﻟﻐﺶ ﻭﺍلاستغلال ﺟﺎﺋﺰ ﺷﺮﻋًﺎ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺨﺪﻣﺎﺕ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻨﺒﺌﺔ ﻋﻦ ﻭﺍﻗﻊ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ. دار الإفتاء المصرية

 

(Sumber: <a href="/ http://l.facebook.com/l.php…">Disini</a>

 

Daftar Pustaka:

 

1. Syarh al Yaqut al Nafis.

 

2. Nihayah al Muhtaj. III/ 415

 

3. Al Syarqawi ‘Ala al Tahrir. II/ 16-17

 

4. Al Fiqh al Islam Wa Adillatuhu. IV/ 2950

 

5. Daru al Ifta’ al Mishriyah.

 

=========

 

MUSYAWIRIN: Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

 

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

 

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

 

3. Al-Ustadz Abdul Malik

 

4. Al-Ustadz Rofie

 

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

 

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

 

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I