Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2362746
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
951
4339
15467
2275807
48205
80405
2362746
Your IP: 107.22.48.243
Server Time: 2018-04-21 11:47:37

IB Lov Muad@ 1 Mei 2016 pukul 15:01

Assalamu alaikum wrt.mau tanya ustad dn ustadah

Apa yg di maksud rizkon halalan toyyiban&halalan gairo toyyiban. dan Tolong berikan contoh antara halalan toyyiban&halalan gairo toyyiban Mohon jawabannya dn terima kasih.

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Apakah yang dimaksud dengan rizki halalan toyyiban dan halalan ghairu toyyiban beserta contohnya?” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. al-Baqarah: 168) Dalam menafsiri ayata tersebut, Imam Abu al-Fida’; Ismail bin Amr bin Katsir al-Dimasyqa di dalam kitabnya (Tafsir Ibnu Katsir) menyatakan bahwa Allah adalah pemberi rizki terhadap seluruh mahluk dan Allah memperbolehkan bagi mereka untuk memakan sesuatu yang berada di Bumi dalam kondisi halal lagi baik, yakni baik untuk diri, dan tidak membahayakan terhadap badan serta akal. Al-Syaikh Muhammad al-Thahir bin ‘Asyur di dalam kitabnya (al-Tahrir Wa al-Tanwir) juga menegaskan bahwa yang dimaksud dengan (rizki) halal adalah yang mendapatkan legitimasi syari’at. Sedang (rizki) toyyib adalah yang dianggap baik dan bagus oleh manusia serta bermanfa’at. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa rizki halalan adalah rizki yang diperoleh dengan cara yang baik, serta mendapatkan legitimasi syara’, seperti rizki yang diperoleh dengan cara berdagang dan lain sebagainya. Sedang yang dimaksud dengan toyyiban adalah rizki yang diperoleh tersebut berguna dan bermanfa’at serta tidak membahayakan terhadap diri, badan serta akal. Maka sebaliknya dengan rizki yang ghairu toyyiban, yakni rizki tersebut tidak bermanfa’at atau bahkan membahayakan walaupun didapat dengan cara yang halal, seperti makanan yang mengandung zat-zat yang membahayakan terhadap kesehatan. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) لما بين تعالى أنه لا إله إلا هو، وأنه المستقل بالخلق، شرع يبين أنه الرزاق لجميع خلقه، فذكر [ذلك] (1) في مقام الامتنان أنه أباح لهم أن يأكلوا مما في الأرض في حال كونه حلالا من الله طيبًا، أي: مستطابًا في نفسه غير ضار للأبدان ولا للعقول، . تفسير ابن كثير - (ج 1 / ص 478)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

والحلال : المأذون فيه شرعاً . والطيّب : ما يطيب للناس طعمه وينفعهم قُوتهُ .. التحرير والتنوير ـ الطبعة التونسية - (ج 14 / ص 309)

Daftar Pustaka:

1. Tafsir Ibnu Katsir. I/ 478

2. Al-Tahrir Wa al-Tanwir. XIV/ 309

=========

MUSYAWIRIN: Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I