Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2521551
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
289
1580
9622
2437012
55555
71119
2521551
Your IP: 54.158.15.97
Server Time: 2018-06-22 03:25:14

Cak Aponk @ 11 Januari 2016 pukul 13:28

assalamualaikum poro kyai2 ...

saya al faqir minta kejelasan apakah ada dalilnya baik dr hadist al quran atau dawuh2 dr kitab klasik .... mayat orang yang hafal al quran akan tetap utuh selamanya ...

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Adakah dalil yang menyatakan bahwa mayat orang yang hafal al Qur’an tetap utuh?”

Imam Zainuddin; Muhammad bin Tajul Arifin bin Ali bin Zainal Abidin al Haddadi al Munawi di dalam kitabnya (Faidlu al Qadir) dalam mengomentari hadits Nabi yang menyatakan “Seluruh anak Adam akan di makan tanah”, ya’ni seluruh bagian manusia akan hancur dan hilang secara keseluruhan. Atau yang dikehendaki adalah sesungguhnya bagian-bagian tersebut masih tetap, hanya saja bentuk dan tampilannya hilang. Imam Haramain berkata “Tidak ada yang menunjukkan orang yang dapat memastikan atas penentuan salah satu dari keduanya, dan tidak jauh, sesungguhnya jasad para hamba menjelma sebagaimana bentuk tanah, lalu mereka kembali dengan meningglkannya menuju tempat yang telah dijanjikan. al Munawi juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi “kecuali tulang ekornya” adalah tulang punggung yang merupakan pondamen badan sebagaimana pondamen sebuah bangunan. Ia ditetapkan agar penciptaan (dari)nya akan mengendarainya pada saat manusia dibangkitkan dari kubur. al Munawi juga mengutip pernyataan Imam al Qadli yang menyatakan bahwa yang dimaksud oleh Nabi adalah ketetapan tulang punggung di bawah tanah, bukan tidak sirna sama sekali, karena hal itu menyalahi pendapat yang populer (dan seterusnya). Ini adalah secara umum, dan ada 10 golongan yang dispesialkan (tidak dimakan tanah), seperti jasad para Nabi, orang-orang yang mati syahid, pemimpin yang adil, Ulama’, juru adzan yang ihlas, dan penghafal al Qur’an. Maka arti hadits tersebut adalah seluruh anak cucu Adam adalah bagian dari hal-hal yang dimakan tanah, kendati tanah tidak memakan beberapa jasad. Imam Muhammad bin Abdul Baqi bin Yusuf al Zarqani al Mishri al Azhari di dalam kitabnya (Syarh al Zarqan) juga mengutip pernyataan Imam Ibnu Abdul Bar dalam mengomentari hadits Nabi yang menyatakan “Seluruh anak Adam akan di makan tanah kecuali tulang ekornya”, beliau menyatakan bahwa hadits ini bersifat umum yang menghendaki sebuah kehususan berdasar hadits yang meriwayatkan tentang jasad para Nabi dan orang-orang yang mati syahid yang tidak dimakan tanah, dan hal itu telah dibuktikan dengan jasad orang-orang yang mati syahid dalam perang Uhud ketika mereka dikeluarkan setelah masa 46 tahun dalam kondisi jasad yang masih lunak. Maka seakan-akan Nabi bersabda “Orang yang dimakan tanah, maka tanah tidak akan memakan tulang ekornya”, dan ketika tulang ekor tidak termakan, maka bisa pula tanah tidak memakan (jasad) orang-orang yang mati syahid. al Azhari juga mengutip pernyataan Imam yang lain yang menambahkan (termasuk) pemimpin yang adil, Ulama’, juru adzan yang ihlas, penghafal al Qur’an yang menerapkannya, orang-orang yang tabah, orang yang sabar yang mengharapkan pahala dari Allah yang meninggal karena sebuah wabah, orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah, dan orang yang mencintai Allah. Maka lengkaplah 10 golongan tersebut. Uraian senada juga dapat ditemukan di dalam kitab tafsir al Qurthubi buah karya Imam Abu Abdillah; Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farah al Anshari al Huzruji al Qurthubi, juga I’anah al Thalibin karya Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyati.

Itulah beberapa data terkait jasad penghafal al Qur’an yang berprilaku sesuai al Qur’an yang tidak akan dimakan tanah yang telah dikemukakan oleh para ilmuan diberbagai kitab-kitab klasik terpercaya. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

(كل ابن آدم يأكله التراب) أي كل أجزاء ابن آدم تبلى وتنعدم بالكلية أو المراد أنها باقية لكن زالت أعراضها المعهودة قال إمام الحرمين: ولم يدل قاطع سمعي على تعين أحدهما ولا يبعد أن تصير أجسام العباد بصفة أجسام التراب ثم تعاد بتركها إلى المعهود (إلا عجب الذنب) بفتح العين فسكون العظم الذي في أصل صلبه فإنه قاعدة البدن كقاعدة الجدار فيبقى ليركب خلقه منه عند قيام الناس من قبورهم وقال القاضي: أراد طول بقائه تحت التراب لا أنه لا يفنى أصلا لأنه خلاف المشهور ........ الى ان قال ثم هذا عام خص منه نحو عشرة أصناف كالأنبياء والشهداء والصديقين والعلماء العاملين والمؤذن المحتسب وحامل القرآن فمعنى الخبر كل ابن آدم مما يأكله التراب وإن كان التراب لا يأكل أجسادا كثيرة . فيض القدير (5/ 9)

 

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: هَذَا عُمُومٌ يُرَادُ بِهِ الْخُصُوصُ لِمَا رُوِيَ فِي أَجْسَادِ الْأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ أَنَّ الْأَرْضَ لَا تَأْكُلُهُمْ، وَحَسْبُكَ مَا جَاءَ فِي شُهَدَاءِ أُحُدٍ، إِذْ أُخْرِجُوا بَعْدَ سِتٍّ وَأَرْبَعِينَ سَنَةً لَيِّنَةً أَجْسَادُهُمْ، يَعْنِي أَطْرَافَهُمْ فَكَأَنَّهُ قَالَهُ مَنْ تَأْكُلُهُ الْأَرْضُ فَلَا تَأْكُلُ مِنْهُ عَجْبَ الذَّنَبِ، وَإِذَا جَازَ أَنْ لَا تَأْكُلَهُ جَازَ أَنْ لَا تَأْكُلَ الشُّهَدَاءَ، وَإِنَّمَا فِي هَذَا التَّسْلِيمُ لِمَنْ يَجِبُ لَهُ التَّسْلِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، انْتَهَى. وَزَادَ غَيْرُهُ: الصِّدِّيقِينَ وَالْعُلَمَاءَ الْعَامِلِينَ، وَالْمُؤَذِّنَ الْمُحْتَسِبَ، وَحَامِلَ الْقُرْآنِ الْعَامِلَ بِهِ، وَالْمُرَابِطَ، وَالْمَيِّتَ بِالطَّاعُونِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، وَالْمُكْثِرَ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ، وَالْمُحِبِّينَ لِلَّهِ، فَتِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ. شرح الزرقاني على الموطأ (2/ 122)

 

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

وقد ذكرنا هذا المعنى في" التذكرة" وأن الأرض لا تأكل الأنبياء والشهداء والعلماء والمؤذنين المحتسبين وحملة القرآن . تفسير القرطبي (4/ 270(

 

 

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz عبدالغفورمشكور:

 

وقد نظمهم بعضهم بقوله: لا تأكل الأرض جسما للنبي ولا لعالم، وشهيد قتل معترك ولا لقارئ قرآن، ومحتسب أدانه، لا له مجرى الفلك ونظمهم الشمس. إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (3/ 158)

 

Daftar Pustaka:

1. Faidlu al Qadir. V/ 9

2. Syarh al Zarqan. II/ 122

3. Tafsir al Qurthubi. IV/ 270

4. I’anah al Thalibin. III/ 158

 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie Chaniago

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:  Al-Ustadz Ibnu Malik

 

EDITOR:  Al-Ustadzah Naumy Syarif

 

Link Diskusi: Klik Disini