Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2887103
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
821
1998
11462
2809480
25366
48266
2887103
Your IP: 3.80.177.176
Server Time: 2018-12-16 12:27:28

Aditya Maulana @ 1 April 2016 pukul 21:39

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Numpang Tanya : Kapan malaikat munkar dan nakir menanyakan pada orang yang meninggal tapi tidak dikuburkan (mati tenggelam dilaut dan hilang)

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Kapan malaikat Mungkar dan Nakir menanyai orang yang meninggal tapi tidak dikubur, seperti mati tenggelam dan lain sebagainya?”

Imam Sa’id bin Muhammad Baa Ali Baa ‘Asyin al Hadrami al Syafi’i di dalam kitabnya (Busyra al Karim) menuturkan bahwa diantara sesuatu yang harus dipercayai adalah mempercayai hari ahir, yaitu dari dibangkitkannya manusia dari kuburannya hingga masuk ke dalam surga atau neraka atau hingga sesuatu yang tidak berbatas,. Atau sejak meninggal hingga sesuatu yang telah disebutkan. Inilah yang dimaksud disini, karena sesugguhnya orang yang meninggal, ia telah mengalami kiamat, maka wajib mempercayainya. Juga wajib mempercayai sesuatu yang meliputinya, yakni pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir terhadap orang yang meninggal walaupun tidak dikubur, atau dibakar dan telah menjadi abu setelah sempurna dikebumikan dan setelah dikembalikannya ruh pada seluruh badan.

Di dalam sebuah literatur kontemporer (Fatawa Darul Iftak al Mishriyah) juga dijelaskan dengan sesi tanya jawab sebagai berikut:

Soal: Bagaimana manusia akan diperiksa pembukuannya di dalam kubur ketika ia mati tenggelam atau terbakar atau dimangsa oleh hewan-hewan yang buas atau orang yang mengorbankan raganya untuk sebuah manfaat ilmiah semisal pembedahan?

Jawab: Ahlus sunah telah sepekat bahwa sesungguhnya orang yang meninggal akan ditanyai, baik dikebumikan atau tidak. Jika ia dimangsa oleh hewan buas, atau terbakar hingga menjadi abu dan berhamburan diudara, atau tenggelam dalam lautan, ia akan tetap ditanya. al Hafidz Ibnu Hajar di dalam kitabnya “Fathu al Bari” juz. 4 hal. 277 berkata bahwa Imam Ibnu Hazm dan Imam Ibnu Habirah memilih bahwa sesungguhnya yang akan tertimpa pertanyaan hanya ruh tanpa dikembalikan pada jasad, namun mayoritas ilmuan menentangnya, mereka menyatakan bahwa ruh akan dikembalikan kepada jasad sebagaimana ketetapan dalam Hadits Nabi. Dan jika hal itu hanya menimpa pada ruh, maka badan tetap tidak memiki wewenang. Dan terpisahnya jasad menjadi beberapa bagian tidak mencegah hal tersebut, karena Allah mampu untuk menghidupkan bagian dari jasad kemudian menimpakan pertanyaan, sebagaimana Allah mampu mengumpulkan bagian-bagiannya. Adapaun arti pernyataan Imam Ibnu Hajar adalah sesungguhnya orang yang dimangsa hewan atau dimakan ikan, ia akan diperiksa pembukuannya dan ditanyai di dalam perut hewan atau ikan tersebut, demikian juga orang yang mengorbankan dirinya untuk sebuah manfaat ilmiah, tapi kapan? Sebagian ilmuan menyatakan “Jika ada niat untuk dikebumikan, maka pemerikasaan pembukuan akan ditunda hingga ia dikebumikan”. Sebagian ilmuan yang lain menyatakan bahwa ia akan ditanya sebelum dan sesudah dikebumikan. Namun jawaban terbaik adalah sebagaimana yang dikutip dari al ‘allamah al Amir yang menyatakan bahwa sesungguhnya hal ini adalah sebuah rahasia yang tidak mampu dirasionalkan, maka serahkan kepada Allah. Hal ini disebutkan oleh Imam al ‘Adawi di dalam kitabnya “Masyariq al Anwar” hal. 27.

Dengan demikian, orang yang meninggal pasti akan diperiksa pembukuan amalnya dan akan ditanya oleh malaikat Mungkar dan Nakir setelah ruh dikembalikan pada jasadnya walaupun ia tidak di kubur. Sedang ketetapan waktunya, maka hal itu diserahkan kepada Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Rofie Sakera:

ومن ذلك (اليوم الآخر) وهو من بعث الناس من قبورهم الى أن يدخل أهل الجنة الجنة، وأهل النار النار، أو إلى ما لا نهاية له، أو من الموت إلى ما ذكر، وهو المراد هنا؛ لأن من مات قامت قيامته، فيجب الإيمان به، وبما اشتمل عليه من سؤال الملكين منكر ونكير لمن مات وإن لم يدفن، أو أحرق وصار رماداً بعد إكمال دفنه بعد إعادة الروح إلى جميع البدن، ولا يسألان عن غير الاعتقاد، فمنهم من يسأل عن بعض اعتقاده، ومنهم من يسأل عن كله . شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم (ص: 64)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

السؤال كيف يحاسب الإنسان فى القبر إذا مات غريقا أو محروقا، أو أكلته الحيوانات أو الأسماك المتوحشة، او استخدم جسمه فى منفعة علمية مثل التشربح؟

الجواب اتفق أهل السنة على أن الميت يسأل بعد موته، سواء دفن أم لم يدفن، فلو أكلته السباع أو أحرق حتى صار رمادا ونسف فى الهواء، أو غرق فى البحر فلا بد من سؤاله ومجازاته. قال الحافظ ابن حجر فى "فتح البارى ج 3 ص 277": ذهب ابن حزم وابن هبيرة إلى أن السؤال يقع على الروح فقط من غير عودة إلى الجسد، وخالفهم الجمهور فقالوا: تعاد الروح إلى الجسد أو بعضه كما ثبت فى الحديث، ولو كان على الروح فقط لم يكن للبدن بذلك اختصاص، ولا يمنع من ذلك كون الميت قد تتفرق أجزاؤه، لأن الله قادر أن يعيد الحياة إلى جزء من الجسد ويقع عليه السؤال، كما هو قادر على أن يجمع أجزاءه. ومعنى كلام ابن حجر أن من أكلته الحيوانات أو الأسماك سيحاسب ويسأل وهو فى جوف الحيوانات أو الأسماك، ومن استخدم جسمه فى منفعة علمية فيسأل أيضا، ولكن متى؟ قال بعض العلماء: إن كانت هناك نية لدفنه سيؤخر الحساب إلى أن يدفن، وقال بعضهم: يسأل قبل الدفن وبعد الدفن. لكن أحسن ما قيل فى هذا الموضوع ما نقل عن العلامة الأمير: أن هذه مغيبات لا مجال للعقل فيها، فيترك أمرها إلى الله، ذكره العدوى فى كتابه "مشارق الأنوار "ص 27. فتاوى دار الإفتاء المصرية (8/ 330، بترقيم الشاملة آليا(

Daftar Pustaka:

1. Busyra al Karim. 64

2. Fatawa Darul Iftak al Mishriyah. VIII/ 330

=========

MUSYAWIRIN: Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie Sakera

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d. I