Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2520968
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1286
1538
9039
2437012
54972
71119
2520968
Your IP: 54.80.198.173
Server Time: 2018-06-21 19:35:39

Dako Chan @1 Desember 2015 ( Jakarta )  

Assalamu'alaikum. Wr wb.  Bagaimana hukumnya mengkonsumsi/menggunakan Ganja ustadz? 

========= 

 

JAWABAN: 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh           

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

Bagaimanakah hukum mengkonsumsi atau menggunakan ganja menurut perspektif Fiqh?

Maka dalam menanggapi yang pertanyaan yang telah diutarakan oleh sahabat fillah Dako Chan tersebut diatas, kami segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan sebagai berikut: 

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. (QS. Al Baqarah: 219) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Setiap perkara yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram. (Dan) tidak ada minuman seseorang yang halal pada satu sisi namun haram pada sisi yang lain. Maka setiap perkara yang memabukkan, banyak atau sedikitnya adalah haram”. (HR. Al Chakim dari Ibnu Abbas) 

Syaikh Al Islam; Imam Zakaria Al Anshari didalam kitabnya Asna Al Mathalib Fi Syarch Raudlah Al Thalibin menyatakan bahwa Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan bahwa “Setiap perkara yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”. Pendapat yang paling populer menyatakan bahwa sesungguhnya minuman keras (khamr) diperbolehkan pada awal kedatangan Islam. Kemudian diharamkan pada tahun ke tiga sejak hijrah. Imam Zakaria Al Anshari juga menyatakan bahwa setiap perkara yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram berdasar hadits tersebut diatas. Dan setiap perkara yang memabukkan dianalogikan kepada khamr. Maka hukumnya juga haram. 

Namun Imam Abu Bakar Ibnu Sayyid Muhammad Syata Al-Dimyathi mengecualikan dari minuman keras yang cair adalah perkara yang beku seperti jenis tumbuhan yang dapat membius (ganja) dan kayu zafran. Maka yang semacam itu adalah suci dan haram digunakan apabila mencapai kadar yang memabukkan. Hal senada juga dipaparkan oleh Imam Abdul Chamid Al Maki Al Syarwani dan Imam Achmad Ibnu Qasim Al Ubbadi didalam kitbanya Chawasy Al Syarwani Wa Al Ubbadi. 

Imam Syihabuddin Abu Al-‘Abbas Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Ali Ibnu Hajar Al-Makki Al-Haitami memberikan pandangan bahwa penyataan sebagaimana tersebut diatas (pernyataan Syata Al-Dimyathi) adalah betul. Namun tidak bisa dipungkiri, penggunaan ganja yang sedikit akan mengakibatkan ketagihan dan kecanduan, maka menggunakan dan memakai ganja walaupun sedikit adalah haram. 

Syaikh Sulaiman Ibnu Muhammad Ibnu ‘Amr Al-Bujairimi Al-Syafi’i juga memberikan pandangan dengan menyatakan: “Jika tidak membahas kata 'cair', maka akan lebih sesuai dengan keberadaan dalil yang ada (hadits). Sebab readaksi dalil adalah dengan kata 'setiap perkara yang memabukkan', tidak dengan kata 'setiap perkara yang cair'. Maka termasuk perkara yang beku. (Dan) karena hakikatnya perkara yang memabukkan adalah sesuatu yang dapat menghilangkan akal. Maka hukumnya adalah najis walaupun tidak cair (beku)".

Dalam kesempatan lain Imam Abu Bakar Ibnu Sayyid Muhammad Syata Al-Dimyathi mengutip pernyataan para Ulama’ yang mengurai tentang 120 bahaya Ganja. Diantaranya: 

• Menyebabkan lupa

• Menyebabkan sakit kepala

• Merusak akal fikiran

• Menyebabkan penyakit TBC

• Menyebabkan muntah

• Menyebabkan penyakit yang membuat anggota badan berwarna merah, lalu menghitam, kemudian meleleh (Judzam)

• Menyebabkan warna putih pada kulit yang bisa menghilangkan darah yang terdapat pada kulit dan daging yang berada dibawahnya (Barash)

• Membuka rahasia

• Menampakkan keburukan

• Menghilangkan nyawa (mati)

• Menghilangkan kewibawaan

• Dapat menyebabkan mati dengan tidak membawa dua kalimah syahadat (dan ini merupakan afek negatif yang paling berbahaya) 

Prof. Dr. Wahbah Al Zuhaili menegaskan bahwa hukum mengkonsumsi perkara yang dapat memabukkan adalah haram walaupun tidak berupa minuman yang cair, seperti jenis tumbuhan yang dapat membius, ganja dan lain-lain karena berdampak negatif bagi penggunanya. Sedang dalam Islam, tidak diperbolehkan mencelakai diri sendiri dan tidak diperbolehkan mencelakai orang lain. Dan pengguna atau pemakainya tidak wajib untuk dihukum mati (had) namun wajib dita’zir (hukuman yang tidak sampai membunuh) berdasar hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ummu Salamah yang menyatakan bahwa: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang setiap perkara yang memabukkan dan dapat melemahkan”. 

Prof. Dr. Wahbah Al Zuhaili juga menyatakan bahwa menggunakan tumbuhan yang dapat membius (dan) atau perkara yang dilarang untuk tujuan pengobatan adalah diperbolehkan. Sebab keharaman hal-hal tersebut bukan karena bendanya, namun lebih karena menimbulkan efek negatif bagi penggunanya. 

Maka berdasar firman Allah, hadits Nabi dan pendapat dari para Ulama' tersebut diatas, serta menimbang, mengingat dan memperhatikan besarnya bahaya atau efek negatif bagi orang yang menggunakan dan memakainya serta mempertimbangkan opini negatif (تهمة) yang akan terjadi ditengah masyarakat, segenap anggota musyawirin MTTM memutuskan bahwa hukum mengkonsumsi, menggunakan dan memakai ganja dan sejenisnya adalah haram kecuali untuk pengobatan. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik: 

كل مخمر خمر وكل مسكر حرام ولا يكون شراب أحد طرفيه حلال والآخر حرام وما أسكر كثيره فقليله حرام (الحاكم فى الكنى عن ابن عباس) جمع الجوامع أو الجامع الكبير للسيوطي (ص: 15909)

 

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih: 

وَرَوَى مُسْلِمٌ خَبَرَ «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ» ، وَالْمَشْهُورُ أَنَّهَا كَانَتْ مُبَاحَةً فِي صَدْرِ الْإِسْلَامِ ثُمَّ حُرِّمَتْ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ مِنْ الْهِجْرَةِ أسنى المطالب في شرح روض الطالب (4/ 158)

-------

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ وَالنَّبِيذِ لِلْخَبَرِ السَّابِقِ وَقِيَاسًا على الْخَمْرِ بِجَامِعِ الْإِسْكَار . أسنى المطالب في شرح روض الطالب - (ج 1 / ص 563)

 

Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Mbah Sanidin: 

(قوله: وخرج بالمائع نحو البنج والحشيش) أي والافيون وجوزة الطيب والعنبر والزعفران، فهذه كلها طاهرة لانها جامدة، وإن كان يحرم تناول القدر المسكر منها . حاشية إعانة الطالبين - ( ج 1/ ص ١١٠ )المكتبة الشاملة

 

Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Mbah Sanidin: 

فهذا كما ترى دال على حل القليل الذي لم يصل إلى حد الاسكار كما صرح به غيره اه أقول ومما يدل على حله عبارة الشارح في شرح بافضل أما الجامد فطاهر ومنه الحشيشة والافيون وجوزة الطيب والعنبر والزعفران فيحرم تناول القدر المسكر من كل ما ذكر كما صرحوا به اه . حواشي الشرواني والعبادي - ( ج 1/ ص ٢٨٩ )المكتبة الشاملة

 

Dasar pengambilan (5) oleh Al-Ustadz Wes Qie: 

( قَوْلُهُ : كَكَثِيرِ أَفْيُونٍ وَحَشِيشٍ إلَخْ ) أَمَّا الْقَلِيلُ مِمَّا ذَكَرَ الَّذِي لَا ضَرَرَ فِيهِ بِوَجْهٍ يَحِلُّ تَنَاوُلُهُ مِنْ غَيْرِ قَيْدِ الِاحْتِيَاجِ وَالتَّعَيُّنِ ؛ لِأَنَّهُ طَاهِرٌ لَا ضَرَرَ فِيهِ نَعَمْ مَنْ عُلِمَ مِنْ عَادَتِهِ ، أَنَّ تَنَاوُلَهُ لِقَلِيلِ شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ يَدْعُوهُ إلَى تَنَاوُلِ مَا يَضُرُّ مِنْهُ حَرُمَ عَلَيْهِ ذَلِكَ كَمَا ، هُوَ ظَاهِرٌ ا هـ إيعَابٌ  . تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 41 / ص 268)

 

Dasar pengambilan (6) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik: 

قَوْلُهُ : ( مُسْكِرٍ مَائِعٍ ) لَوْ سَكَتَ عَنْ لَفْظِ مَائِعٍ لَطَابَقَ الدَّلِيلَ الْمُدَّعَى لِأَنَّ حَقِيقَةَ الْمُسْكِرِ مَا فِيهِ إزَالَةُ الْعَقْلِ وَهُوَ نَجِسٌ وَلَوْ جَامِدًا ، وَلَا يُحْتَرَزُ بِهِ عَنْ نَحْوِ الْحَشِيشِ لِأَنَّهُ مُخَدِّرٌ لَا مُسْكِرٌ فَهُوَ طَاهِرٌ وَلَوْ مَائِعًا ق ل . وَقَوْلُهُ : لَطَابَقَ الدَّلِيلَ إلَخْ ، لِأَنَّ الدَّلِيلَ لَمْ يَقُلْ فِيهِ كُلُّ مَائِعٍ ، بَلْ قَالَ فِيهِ كُلُّ مُسْكِرٍ وَهُوَ يَشْمَلُ الْجَامِدَ . حاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 1 / ص 324)

 

Dasar pengambilan (7) oleh Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi: 

واعلم أن العلماء قد ذكروا في مضار الحشيشة نحو مائة وعشرين مضرة دينية ودنيوية منها أنها تورث النسيان والصداع وفساد العقل والسل والاستسقاء والجذام والبرص وسائر الأمراض وإفشاء السر وإنشاء الشر وذهاب الحياء وعدم المروءة وغير ذلك ومن أعظم قبائحها أنها تنسي الشهادة عند الموت وجميع قبائحها موجود في الأفيون والبنج ونحوهما . إعانة الطالبين - (ج 4 / ص 156)

 

Dasar pengambilan (8) oleh Al-Ustadz Brojol Gemblung: 

الحشيش والأفيون والبنج (3) : يحرم كل ما يزيل العقل من غير الأشربة المائعة كالبنج والحشيشة والأفيون، لما فيها من ضرر محقق، ولا ضرر ولا ضرار في الإسلام، ولكن لا حد فيها؛ لأنها ليست فيها لذة ولاطرب، ولا يدعو قليلها إلى كثيرها، وإنما فيها التعزير لضررها، ولما رواه أبو داود عن أم سلمة رضي الله عنها قالت: «نهى رسول الله صلّى الله عليه وسلم عن كل مسكر ومفتِّر» . ويحل القليل النافع من البنج وسائر المخدرات للتداوي ونحوه؛ لأن حرمته ليست لعينه، وإنما لضرره . الفقه الإسلامي وأدلته - (ج 7 / ص 437)

 

Dasar pengambilan (9) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife: 

قال الله تعالى: ياأيها الذين آمنوا انما الخمر والميسر والأنصاب والازلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون* وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم كل مسكر حرام رواه الشيخان وأبو داود والنسائى وقال صلى الله عليه وسلم ألافكل مسكر خمر وكل خمر حرام رواه أحمد وأبو يعلى ونهى صلى الله عليه وسلم عن كل مسكر ومفتر رواه أبو داود قال الخطابى المفتر كل شراب يورث الفتور والخدور فى الأعضاء . ارشاد العباد – ص 110

 

Referensi:

1. Jam’u Al Jawami’. 159059

2. Asna Al Mathalib. IV/ 158

3. Asna Al Mathalib. I/ 563

4. Chasyiyah I’anah Al Thalibin. I/ 110

5. Tuchfah Al Muchtaj. XLI/ 268

6. Chawasy Al Syarwani Wa Al Ubbadi. I/ 289

7. Chasyiyah Al Bujairimi ‘Ala Al Khatib. I/ 324

8. I’anah Al Thalibin. IV/ 156

9. Al Fiqh Al Islam Wa Adillatuhu. VII/ 47

10. Irsyadu Al Ibad. 110 

=========

 

MUSYAWWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Brojol Gemblung

2. Al-Ustadz Wes Qie

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Mbah Sanidin

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik

 

(Link Diskusi:https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1562549203958634/?hc_location=ufi)