DOC_965. Hukum Laki-laki Memakai Gelang (kaukah)

Mazs Ucca' NyamanThoknyothok @ 23 November 2015 pukul 20:05

Assalamualaikum,,,,,, langsung ja,,,, sebenar x gimana hkum x seorang laki2 memakai gelang dari kayu kaukah,,,,, terima kasih  wa alaikum salam

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

Bagaimanakah hukum laki-laki memakai gelang kayu semisal kayu kaukah?

Imam Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin ‘Amr Ba’alawi di dalam kitabnya (Bughyah al Mustarsyidin) menuturkan bahwa kaidah penyerupaan pria dengan wanita atau sebaliknya yang diharamkan adalah sebagaimana uraian yang terdapat di dalam kitab “al Fath”, “al Tuhfah”, “al Imdad”, “Syinnu al Gharah”, dan pendapat yang diikuti oleh Imam al Ramli di dalam kitab “al Nihayah”, yaitu pria atau wanita yang berpakaian dengan pakaian yang husus dikenakan oleh yang lain atau kehususan tersebut lebih mendominasi ditempat dimana keduanya tinggal (dan seterusnya). Ba’alawi juga menjelaskan bahwa hal-hal yang telah disebutkan, yakni perihal bertepuk tangan dan seterusnya, Ulama’ berbeda pandangan dalam menyikapi keharamannya. Adapun bertepuk tangan diluar shalat bagi kalangan laki-laki, Imam Muhammad bin Ahmad bin Hamzah al Ramli (م ر) menyatakan haram sekiranya bertujuan bersenang-senang atau bermaksud menyerupai perempuan, sedang Imam Ibnu Hajar lebih cenderung pada kemakruhannya walaupun bertujuan main-main. Sedang perihal menabuh rebana, Imam Ibnu Hajar menuturkan bahwa pendapat yang terpercaya (mu’tamad) menyatakan kehalalannya tanpa hukum makruh dalam perayaan pengantin, hitan dan lain sebagainya, namun meninggalkannya adalah lebih istimewa. Adapun berdansa tanpa menyalahi (kode etik) dan tanpa lagu, maka pendapat yang dipercaya Imam Ibnu Hajar menyatakan makruh, dan dikutip dari sebagian sahabat-sahabat kami menyatakan haram jika berlebihan. Sedang berdansa yang menyalahi dan disertai lagu, maka hukumnya adalah haram secara mutlak bahkan bagi kalangan perempuan, sebagaimana uraian yang terdapat di dalam “Kaffu al Ri’ak”.

Di dalam sebuah literatur Fiqh kontemporer (Fatawa al Azhar) juga dijelaskan dengan sesi tanya jawab sebagai berikut:

Soal: Apakah diperbolehkan bagi laki-laki dan perempuan memakai cincin, atau gelang, atau rantai, atau jam (lonceng) atau yang lain yang terbuat dari emas, atau perak, atau tembaga (kuningan), atau besi?

Jawab: (Dan seterusnya), adapun memakai perhiasan selain yang terbuat dari emas dan perak, baik terbuat dari besi, tembaga (kuningan) atau yang lain dengan keasliannya adalah diperbolehkan dan tidak ada kontradiksi kecuali dari kalangan madzhab Hanafi yang menyatakan makruh memakai cincin yang terbuat dari tambang-tambang tersebut di atas.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa hukum laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kayu semisal kaukah adalah boleh dengan syarat gelang tersebut bukan tergolong perhiasan yang khusus dipakai oleh kalangan wanita ataupun menyerupai wanita, sehingga konsekwensi hukumnya adalah haram bila terdapat unsur kesengajaan, dan boleh atau makruh ketika tidak ada kesengajaan atau ada maksud tertentu untuk menyerupai. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

(مسألة : ي) : ضابط التشبه المحرم من تشبه الرجال بالنساء وعكسه ما ذكروه في الفتح والتحفة والإمداد وشن الغارة ، وتبعه الرملي في النهاية هو أن يتزيا أحدهما بما يختص بالآخر ، أو يغلب اختصاصه به في ذلك المحل الذي هما فيه...........الى ان قال وما ذكره من التصفيق ما بعده فقد اختلف في تحريمه ، أما التصفيق باليد خارج الصلاة من الرجل فقال (م ر) بحرمته حيث كان للهو أو قصد به التشبه بالنساء ، ومال ابن حجر إلى كراهته ولو بقصد اللعب ، وأما الضرب بالدف فصرح ابن حجر بأن المعتمد حله بلا كراهة في عرس وختان وغيرهما وتركه أفضل ، وأما الرقص بلا تكسر وتثنّ فالذي اعتمده ابن حجر أنه مكروه ونقل عن بعض أصحابنا حرمته إن أكثر منه أما ما هو بتكسر وتثنّ فحرام مطلقاً حتى على النساء ، كما صرح به في كف الرعاع. بغية المسترشدين - (ج 1 / ص 604)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

السؤال : هل يجوز للرجال أو للنساء لبس الخاتم أو السوار أو السلسلة أو الساعة أو غيرها من الذهب أو من الفضة أو من النحاس أو من الحديد أو من غيرها أم لا

الجواب..........الى ان قال ما عدا الذهب والفضة من حديد ونحاس وخلافهما باق على الأصل وهو الإباحة، ولم يخالف فى ذلك إلا الحنفية الذين كرهوا التختم بشىء من المعادن المذكورة . وبهذا علم الجواب عن السؤال . والله أعلم فتاوى الأزهر - (ج 7 / ص 180)

 

Daftar Pustaka:

1.      Bughyah al Mustarsyidin. I/ 604

2.      Fatawa al Azhar. VII/ 180

 

=========

 

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)


MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Ro Fie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi


PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik

EDITOR: Al-Ustadzah Naumy Syarif

 

Link Diskusi: Disini Kang

Cari Artikel

Statistik

3441024
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
944
2573
3517
3358531
76684
94865
3441024
Your IP: 18.232.53.231
Server Time: 2019-08-19 07:39:44