DOC_1300. Muballigh Dan Humor Yang Dibuat-buat

Heni Sisvva Sisvvi 31 Desember 2016

Assalamu'alaikum poro 'alim, nderek tangklet...

Saat ini banyak pengajian mengundang mubaligh yg suka humor, tapi

ada yang humornya kelewat batas dan mengada_ada. Lalu bagaimana hukum lelucon yg dilakukan mubaligh itu? n bagaimana hukum mengundangnya?

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bagaimanakah hukum humor dan lelucon yang kelewat batas dan mengada-ngada oleh sebagian penceramah?”

Imam Muhammad bin Isma’il al-Amir al-Kahlani al-Shan’ani di dalam kitabnya (Subulu al-Salam) menyebuitkan sebuah Hadits dari Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya; Mu’awiyah bin Haidah, beliau berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Celakalah orang yang bercerita lalu ia berbohong agar dengan ceritanya suatu kaum tertawa, celakalah ia, celakalah ia”. Dikeluarkan oleh 3 Imam dengan sanad yang kuat (dan seterusnya). al-Shan’ani menyatakan bahwa Hadits ini menunjukkan keharaman berbohong hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa dan ini merupakan keharaman yang husus, dan haram mendengarkan katika diketahui kebohongannya karena hal itu merupakan pengakuan atas suatu kemungkaran dan seharusnya ingkar atau beranjak pergi, karena kebohongan dianggap dosa besar. Imam al-Ruyani (ilmuan dari kalangan madzhab Syifi’i) menyatakan bahwa hal itu merupakan dosa besar dan barang siapa sengaja berbohong, maka persaksiannya ditolak walaupun tidak membahayakan orang lain, karena bohong adalah haram dalam segala kondisi. Imam al-Mahdi menyatakan bukan dosa besar namun tidak secara keseluruhan, karena berbohong atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau membahayakan sesama Muslim atau orang yang membayar pajak adalah dosa besar. Hal senada juga dipaparkan di dalam sebuah literatur (al-Ahlak Li al-Banin).

Imam Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami di dalam kitabnya (Tuhfah al-Muhtaj) juga menjelaskan bahwa termasuk dalam hal tersebut (haram) sesuatu yang berlaku di Kota kami yakni mengundang orang untuk menceritakan hal-hal yang lucu namun kebanyakan bohong, maka ia harus dihukum dan tidak berhak menerima bayaran dan harus mengembalikannya walaupun yang terjadi adalah konsep sewa, karena menyewa atas konteks yang demikian menjadikan persewaan sebagai bentuk transaksi yang fasid (rusak).

Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir di dalam kitabnya (Sullam Taufiq) juga menuturkan bahwa diantara maksiat adalah bercanda yang melampaui batas dan menetapinya, karena kesibukan dengan berkelakar dan bersenda gurau dapat menyebabkan banyak tawa, sedang banyak tawa dapat menyebabkan hati menjadi mati dan hilangnya kehormatan.

Dari beragam pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum humor dan lelucon yang kelewat batas dan mengada-ngada adalah haram.

“Bagaimanakah hukum mengundangnya?”

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi​:

وعن بهز بن حكيم عن أبيه عن جده معاوية بن حيدة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "ويل للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم ويل له ثم ويل له" أخرجه الثلاثة وإسناده قوي وحسنه الترمذي وأخرجه البيهقي.....الى ان قال والحديث دليل على تحريم الكذب لإضحاك القوم وهذا تحريم خاص ويحرم على السامعين سماعه إذا علموه كذبا لأنه إقرار على المنكر بل يجب عليهم النكير أو القيام من الموقف وقد عد الكذب من الكبائر قال الروياني من الشافعية إنه كبيرة ومن كذب قصدا ردت شهادته وإن لم يضر بالغير لأن الكذب حرام بكل حال وقال المهدي إنه ليس بكبيرة ولا يتم له نفي كبره على العموم فإن الكذب على النبي صلى الله عليه سلم أو الإضرار بمسلم أو معاهد كبيرة. سبل السلام - (ج 4 / ص 202)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi​:

وأن لا تكذب فى كلامك لتضحك به الحاضرين ، وفى الحديث : ويل للذي يحدث بالحديث ليضحك منه القوم فيكذب ويل له ويل له.

الاخلاق للبنين : ج٣ ص٢١

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

وَمِنْ ذَلِكَ مَا جَرَتْ الْعَادَةُ بِهِ فِي مِصْرِنَا مِنْ اتِّخَاذِ مَنْ يَذْكُرُ حِكَايَاتٍ مُضْحِكَةٍ وَأَكْثَرُهَا أَكَاذِيبُ فَيُعَزَّرُ عَلَى ذَلِكَ الْفِعْلِ وَلَا يَسْتَحِقُّ مَا يَأْخُذُهُ عَلَيْهِ وَيَجِبُ رَدُّهُ إلَى دَافِعِهِ وَإِنْ وَقَعَتْ صُورَةُ اسْتِئْجَارٍ؛ لِأَنَّ الِاسْتِئْجَارَ عَلَى ذَلِكَ الْوَجْهِ فَاسِدٌ اهـ ع ش . تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (9/ 178)

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Abdulloh Salam​:

وكالمزاح اذا كان مفرطا ومداوما اما المداومة فلانه اشتغال باللعب والهزل فيه واما الافراط فيه فلانه يورث كثرة الضحك وكثرة الضحك تميت القلب وتسقط المهابة. سلم التوفيق ص٦٩

Daftar Pustaka:

1. Subulu al-Salam. IV/ 202

2. Al-Ahlak Li al-Banin. III/ 21

3. Tuhfah al-Muhtaj. IX/ 178

4. Sullam Taufiq. 69

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

8. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I

 

Cari Artikel

Statistik

3316194
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
933
3157
11259
3233838
46719
72894
3316194
Your IP: 35.153.73.72
Server Time: 2019-07-18 06:45:41