Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2517993
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1644
2473
6064
2437012
51997
71119
2517993
Your IP: 54.144.16.135
Server Time: 2018-06-19 21:55:22

方安 @ 11 Mei 2015 pukul 7:56 ( Taiwan/ Hongkong) 

ASSALAMU ALAIKUM WA ROHMATULLAHI WA BAROKATUHU

Mohon Idzin Bertanya, Langsung Saja Ust Saya Punya PerTanyaan: Gimana Hukum NYa Mengirim SmS Untuk Mendukung Peserta Academy? WASSALAM Terima Kasih 

========= 

 

JAWABAN: 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

Bagaimanakah hukum mengirim sms untuk mendukung peserta Akademi?

Maka dalam menanggapi pertanyaan yang telah diutarakan oleh sahabat fillah 方安 diatas, kami segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan sebagai berikut: 

Allah subchanahu wa ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang hadnya (unta, lembu, kambing, biri-biri), dan binatang-binatang qalaaid (binatang hadnya yang diberi kalung supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke ka'bah), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridlaan dari tuhannya. Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjid Al Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al Maaidah: 2) 

Imam Abdurrahman Ibnu Nashir Ibnu Al Sa’di menafsiri ayat tersebut diatas dengan menyatakan bahwa Allah memerintahkan agar sebagian diantara kita menolong sebagian yang lain dalam kebajikan (al baar) dan ketaatan (al taqwa). Yang dimaksud dengan kebajikan (al baar) adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridlai oleh Allah subchanahu wa ta’ala baik amal perbuatan yang tampak (dhahir) atau tidak tampak (batin), baik yang berkaitan dengan hak-hak Allah atau berkaitan dengan hak-hak sesama manusia. Sedang yang dimaksud dengan ketaatan (al taqwa) adalah meninggalkan segala sesuatu yang dibenci oleh Allah dan Rasulnya. Baik amal perbuatan yang tampak (dhahir) atau tidak tampak (batin), baik yang berkaitan dengan hak-hak Allah atau berkaitan dengan hak-hak sesama manusia (dan) juga setiap pekerti baik yang diperintah untuk melakukannya atau setiap pekerti buruk yang diperintah untuk meninggalkannya. Sebab sesungguhnya seorang hamba diperintah untuk melakukannya juga membantu sesama Muslim dengan ucapan yang dapat membakar semangat (support) atau dengan perbuatan. Al Sa’di juga menyatakan bahwa Allah melarang untuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. 

Syaikh Muchammad Ibnu Salim Ibnu Sa’id Babashil Al Syafi’i juga menuturkan bahwa termasuk hal yang diharamkan adalah menolong dalam kema’siatan. Baik dengan memberikan dukungan berupa ucapan, perbuatan atau yang lain. Jika kema’siatan yang dilakukan tergolong dosa besar, maka mendukung dan membatunya adalah sama. Sebagaimana ulasan yang terdapat didalam kitab Al Zawajir. Karena kerelaan (ridla) atas sesuatu, berarti rela (ridla) atas sesuatu yang ditimbulnya. 

Syaikh Syamsuddin Muchammad Ibnu Al Khatib Al Syarbiniy menegaskan bahwa: “Barang siapa membantu kema’siatan walaupun dengan setengah kalimat, maka ia telah berserikat didalamnya (kema’siatan). Al Syarbiniy juga menambahkan bahwa upah dari sebuah pekerjaan yang berkaitan dengan kema’siatan adalah haram yang tidak boleh bahkan tidak sah untuk bersedekah dengannya.

Berdasar uraian tersebut diatas, maka hukum mengirim short message service (sms) untuk mendukung peserta dangdut akademi adalah haram. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza: 

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى} أي: ليعن بعضكم بعضا على البر. وهو: اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، من الأعمال الظاهرة والباطنة، من حقوق الله وحقوق الآدميين. والتقوى في هذا الموضع: اسم جامع لترك كل ما يكرهه الله ورسوله، من الأعمال الظاهرة والباطنة. وكلُّ خصلة من خصال الخير المأمور بفعلها، أو خصلة من خصال الشر المأمور بتركها، فإن العبد مأمور بفعلها بنفسه، وبمعاونة غيره من إخوانه المؤمنين عليها، بكل قول يبعث عليها وينشط لها، وبكل فعل كذلك. وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ} وهو التجرؤ على المعاصي التي يأثم صاحبها، ويحرج. {وَالْعُدْوَانِ} وهو التعدي على الخَلْق في دمائهم وأموالهم وأعراضهم، فكل معصية وظلم يجب على العبد كف نفسه عنه، ثم إعانة غيره على تركه. تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن . الجز 1. صفحة 219.

 

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Wes Qie: 

و(منها) الاعانة على المعصية (اي على معصية) من المعاصي الله تعالى بقول او فعل او غيره ثم ان كانت المعصية كبيرة كانت الاعانة عليها كذالك كما في الزواجر . الاسعاد الرفيق . الجزء 2. صفحة 127

 

Dasar pengambilan (3) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih: 

من اعان على معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا فيها وفي نفس الكتاب اجرة العمل الذي يتعلق بالمعصية حرام والتصدق به منها لايجوز ولا يصح اه . ﻣﻐﻨﻲ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ . الجزء 2. صفحة 337

 

Dasar pengambilan (4) oleh Al-Ustadz Ibnu Malik: 

والرضا بالشيء رضا بما يتولد منه . وللأكثر حكم الكل ، وبمعناها : الترجيح بالغالب الأعم المنهاج في علم القواعد الفقهية - . الجزء 1. صفحة 11.

 

Dasar pengambilan (5) oleh Al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife: 

( الْكَبِيرَةُ الثَّانِيَةُ وَالثَّالِثَةُ وَالسِّتُّونَ : الرِّضَا بِكَبِيرَةٍ مِنْ الْكَبَائِرِ أَوْ الْإِعَانَةُ عَلَيْهَا بِأَيِّ نَوْعٍ كَانَ ) وَذِكْرِي لِهَذَيْنِ ظَاهِرٌ مَعْلُومٌ مِنْ كَلَامِهِمْ فِيمَا يَأْتِي فِي بَحْثِ تَرْكِ الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ . الزواجر عن اقتراف الكبائر . الجزء 1. صفحة 303.

                                                                                                     

Referensi:

1. Tafsir Al Sa’di. 219

2. Al Is’adu Al Rafiq. II/ 128

3. Mughni Al Muchtaj. II/ 337

4. Al Minhaj Fi Ilmi Al Qawa'id Al Fiqhiyah. I/ 11

5. Al Zawajir ‘An Iqtirafi Al Kabair. I/ 303 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Brojol Gemblung

2. Al-Ustadz Wes Qie

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Ro Fie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

 

PERUMUS dan EDITOR: 

I. Al-Ustadz Ibnu Malik Hafidzahullah

II. Al-Ustadzah Naumy Syarif Hafidzahallah

 

(Link Diskusi:https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1619506241596263/?hc_location=ufi)