Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2143732
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
651
1831
2482
2071840
49394
70912
2143732
Your IP: 54.82.57.154
Server Time: 2018-01-22 06:17:51

Darul Falah @ 5 Mei 2016 pukul 10:14 Assalamu'alaikum . Titipan dari kang supriadi _ Dalam hadits "TIGA PERKARA YANG SERIUS DAN BERCANDANYA SAMA-SAMA DIANGGAP SERIUS:

(1) NIKAH.

(2) TALAK,

(3) RUJUK.(HR. Abu Daud dan lainnya, hasan)" _ permasalahan. Bila ada kang santri sebutsaja PANDI, bertamu kerumah Pak Birin yg kebetulan punya anak gadis. Setelah ngobrol tiba-tiba Pak Birin berkata kpd Pandi yg didampingi 4 teman laki-laki yg bersamanya. "hai Pandi, kamu saya nikahkan dgn putriku yg bernama fatimah ya . . . Dgn mahar Rp: 10000 saja gak papa, bagaimana" pandi pun menjawab: " saya mau pak". Lalu Pak Birin berkata kpd teman2nya :"bagaimana kang". Teman-temannya menjawab :" ya Pak, cocok". . Yg ditanyakan, apakah nikahnya Pandi tadi bisa terjadi ??

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Apakah bercanda dalam akad nikah sebagaimana di dalam deskripsi masalah tersebut di atas dapat menyebabkan terjadinya sebuah pernikahan?” Imam Zainuddin; Muhammad; Abdur Rauf bin Tajul Arifin bin Ali bin Zainal Abidin al-Haddadi al-Munawi di dalam kitabnya (Faidlu al-Qadir) menyebutkan sebuah Hadits Nabi yang menyatakan “Tiga hal yang serius, dan bercandanya dianggap serius, yaitu nikah, talak, dan rujuk”. Barang siapa bercanda dengan salah satu dari tiga hal tersebut, maka berlaku baginya hukum terkait. Imam al-Zamahsyari berkata “Bercanda adalah jalan menuju kekacauan dan kebodohan, sebagaimana kesungguhan adalah jalan menuju ketenangan. (Nikah), al-Munawi menyatakan bahwa barang siapa menikahkan anak perempuannya dengan bersenda gurau, maka sah pernikahannya (dan seterusnya). Inilah pendapat yang dikemukakan oleh tiga pakar, yaitu Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad (dan seterusnya). Sedang ilmuan dari kalangan madzhab Maliki menyatakan bahwa tidak sah pernikahan orang yang bercanda, karena farji dimuliakan, maka tidak sah kecuali dengan kesungguhan.

Imam Abdurrahman al-Jaziri di dalam kitabnya (al-Fiqh ‘Ala Madzahib al-Arba’ah) menyatakan “Para ilmuan telah sepakat bahwa sesungguhnya pernikahan dianggap sah walaupun bersenda gurau. Seseorang yang berkata kepada orang lain ‘Aku menikahkanmu dengan anak perempuanku’, lalu orang tersebut menjawab ‘Aku terima’ dan keduanya tertawa, maka sah pernikahannya”.

Dari pemaparan tersebut di atas dan mengacu pada pendapat mayoritas, dapat diketahui bahwa bercanda dalam sebuah akad nikah adalah sah dan menyebabkan terjadinya sebuah pernikahan serta berlangsungnya hukum-hukum terkait. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكاحُ والطَّلاقُ والرَّجْعَةُ) د ت هـ) عَن أبي هُرَيْرَة. 3451 - )ثلاث جدهن جد (1) بكسر الجيم فيهما ضد الهزل (وهزلهن جد) فمن هزل بشيء منها لزمه وترتب عليه حكمه قال الزمخشري: والهزل واللعب من وادي الاضطراب والخفة كما أن الجد من وادي الرزانة والتماسك (النكاح) فمن زوج ابنته هازلا انعقد النكاح وإن لم يقصده ........الى ان قال وبهذه أخذ الأئمة الثلاثة الشافعي وأبو حنيفة وأحمد ويعضده {إن الله يأمركم أن تذبحوا بقرة قالوا أتتخذنا هزوا قال أعوذ بالله أن أكون من الجاهلين} فجعل الهزو في الدين جهلا ولن يلحق الجهل إلا بأهله وقال المالكية: لا يصح نكاح الهازل لأن الفرج محرم فلا يصح إلا بجد انتهىفيض القدير (3/ 300)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Farid Muzakki:

اتفقوا على أن النكاح ينعقد ولو هزلا فإذا قال شخص لآخر زوجتك ابنتي فقال : قبلت وكانا يضحكان انعقد النكاح . الفقه على المذاهب الأربعة - (ج 4 / ص 16(

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori:

فقال إنما يصح النكاح بإيجاب ولو من هازل ومثله القبول وهو أن يقول العاقد زوجتك أو أنكحتك موليتي فلانة مثلا وقبول مرتبط بالإيجاب كما مر آنفا . نهاية المحتاج - (ج 6 / ص 209)

Daftar Pustaka:

1. Faidlu al-Qadir. III/ 300

2. Al-Fiqh ‘Ala Madzahib al-Arba’ah. XIV/ 309

3. Nihayah al-Muhtaj. VI/ 209

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d. I