Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2887106
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
824
1998
11465
2809480
25369
48266
2887106
Your IP: 3.80.177.176
Server Time: 2018-12-16 12:27:35

Abdullah Kafa 2 Juli 2016 pukul 9:49

Assalamu alaikum para kiyai izin nanya boleh kah istri yg mninggal suamixa iddahxa 40/41 hari

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bolehkah bagi istri yang suaminya meninggal melaksanakan iddah selama 40/41 hari?”

Imam Ahmad bin Ali bin Hajar; Abu al-Fadl al-Asqalany di dalam kitabnya (Fathu al-Bari) menyatakan bahwa iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari. Beliau juga menambahkan bahwa hikmah yang terkandung di dalamnya sesungguhnya penciptaan anak telah sempurna dan ditiupkan ruh setelah ia melewati masa 120 hari dan itu 4 bulan lebih.

Imam Abdullah bin Ahmad bin Qudamah (Ulama’ madzhab Hambali) di dalam kitabnya (al-Mughni) juga menegaskan bahwa para ilmuan telah sepakat bahwa sesungguhnya iddah wanita merdeka yang muslim yang tidak hamil dari kewafatan suaminya adalah 4 bulan 10 hari, baik ia telah melakukan hubungan intim ataupu tidak, baik ia telah dewasa ataupu masih kecil yang belum baligh.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa istri yang suaminya meninggal tidak boleh melaksanakan iddah selama 40/41 hari, karena iddah yang wajib ia laksanakan adalah 4 bulan 10 hari. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

قوله أربعة أشهر وعشرا قبل الحكمة فيه أن الولد يتكامل تخليقه وتنفخ فيه الروح بعد مضي مائة وعشرين يوما وهي زيادة على أربعة أشهر. فتح الباري - ابن حجر - (ج 9 / ص 487)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan:

أجمع أهل العلم على أن عدة الحرة المسلمة غير ذات الحمل من وفاة زوجها أربعة أشهر وعشر مدخولا بها أو غير مدخول بها سواء كانت كبيرة بالغة أو صغيرة لم تبلغ . المغني - (ج 9 / ص 103)

 

Daftar Pustaka:

1. Fathu al-Bari. IX/ 489

2. Al-Mughni. IX/ 487

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

 

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I