Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2781436
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1324
1630
4418
2712337
36372
45614
2781436
Your IP: 54.158.208.189
Server Time: 2018-10-16 18:18:00

Moehieb Mengkal 13 September 2016

Assalaku'alaikum syekh. Mau nanya? Apa ada iddahnya seorang laki2 yang bercerai sama istri.a?

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Apakah laki-laki juga memiliki iddah setelah bercerai dengan istrinya?”

Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyati di dalam kitabnya (I’anah al-Thalibin) menjelaskan bahwa iddah adalah masa penantian bagi perempuan dan mencegah diri dari menikah yang meliputi perempuan merdeka dan budak dan mengecualikan laki-laki, maka laki-laki tidak berkewajiban iddah kecuali dalam 2 kondisi:

I. Kondisi ketika seorang laki-laki mencerai istrinya dengan cerai raja’i dan ia hendak menikahi wanita lain yang tidak boleh terhimpun bersamanya seperti saudara perempuan istri. II. Kondisi ketika suami memilik 4 istri yang salah satunya diceraikan lalu ia hendak menikahi wanita yang kelima.

Maka tidak boleh baginya (menikah) dalam 2 kondisi tersebut kecuali selesai masa iddah. Jika "iddah" dikatakan wajib atas laki-laki dalam 2 kondisi tersebut, maka perlu dikaji ulang, hanya saja klimaksnya ia harus menunggu hingga selesainya masa iddah istinya. Hal senada juga dipaparkan oleh Imam Sulaiman bin Muhammad bin Amr al-Bujairami al-Syafi’i di dalam kitabnya (Hasyiyah al-Bujairami ‘Ala al-Khatib).

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa ada 2 kondisi (tersebut di atas) yang mengharuskan laki-laki menjalani masa iddah atau setidaknya harus menunggu selesainya masa iddah istri yang diceraikan sebelum menikah lagi.

 

Wallahu a’lam bis shawab. Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

( قوله مدة تتربص فيها المرأة ) أي تنتظر وتمنع نفسها عن النكاح في تلك المدة وشملت المرأة الحرة والأمة وخرج بها الرجل فلا عدة عليه قالوا إلا في حالتين الأولى ما إذا كان معه امرأة وطلقها رجعيا وأراد التزوج بمن لا يجوز جمعها معها كأختها الثانية ما إذا كان معه أربع زوجات وطلق واحدة منهن رجعيا وأراد التزوج بخامسة فلا يجوز له ذلك في الحالتين المذكورتين إلا بعد انقضاء العدة وفي كون العدة واجبة على الرجل فيهما نظر بل غاية ما فيه أنه يتربص بلا تزوج حتى تنقضي العدة الواجبة على المرأة. إعانة الطالبين - (ج 4 / ص 37)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

قَوْلُهُ : ( تَتَرَبَّصُ ) التَّرَبُّصُ الِانْتِظَارُ كَمَا فِي الْمُخْتَارِ وَالْمُرَادُ بِهِ هُنَا التَّمَهُّلُ وَالصَّبْرُ وَمَا الْمَانِعُ مِنْ جَعْلِهِ بِمَعْنَى الِانْتِظَارِ أَيْ انْتِظَارِ بَرَاءَةِ رَحِمِهَا فِيمَنْ تَحْبَلُ وَقَوْلُهُ : الْمَرْأَةُ إلَخْ . خَرَجَ بِهَا الرَّجُلُ فَلَا عِدَّةَ عَلَيْهِ ، قَالُوا إلَّا فِي حَالَتَيْنِ الْحَالَةُ الْأُولَى : إذَا كَانَ مَعَهُ امْرَأَةٌ وَطَلَّقَهَا طَلَاقًا رَجْعِيًّا وَأَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَ بِمَنْ لَا يَجُوزُ لَهُ الْجَمْعُ بَيْنَهَا وَبَيْنَهَا كَأُخْتِهَا وَعَمَّتِهَا وَخَالَتِهَا . الْحَالَةُ الثَّانِيَةُ : إذَا كَانَ مَعَهُ أَرْبَعُ زَوْجَاتٍ ، وَطَلَّقَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ طَلَاقًا رَجْعِيًّا وَأَرَادَ التَّزَوُّجَ بِخَامِسَةٍ ، فَلَا يَجُوزُ لَهُ ذَلِكَ فِي الْحَالَتَيْنِ الْمَذْكُورَتَيْنِ إلَّا بَعْدَ انْقِضَاءِ الْعِدَّةِ ا هـ . وَفِي كَوْنِ الْعِدَّةِ وَاجِبَةً عَلَى الرَّجُلِ فِي الْحَالَتَيْنِ الْمَذْكُورَتَيْنِ نَظَرٌ ظَاهِرٌ فَتَأَمَّلْ . وَغَايَتُهُ أَنَّ الْعِدَّةَ وَاجِبَةٌ عَلَى الزَّوْجَةِ وَأَنَّ الزَّوْجَ يَمْتَنِعُ عَلَيْهِ التَّزَوُّجُ حَتَّى تَنْقَضِيَ عِدَّتُهَا ا هـ . حاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 11 / ص 221)

 

Daftar Pustaka:

1. I’anah al-Thalibin. VI/ 37

2. Hasyiyah al-Bujairami ‘Ala al-Khatib. XI/ 5221

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d. I