Cipto Prasetyo @ 14 September 2015 pukul 12:53 

Assalamualaikum para pak ustad nanya lagi nich..seorang istri yg di talak suaminya dgn talak 1 atau 2. Ketika mau rujuk harus aqad lagi tidak..sedang rujuknya idahnya istri sudah selesai..mohon penjelasanya & dalilnya..maturnuwun.. 

~~~~~~~~~

JAWABAN: 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

Bagimanakah cara ruju’ suami yang telah menceraikan istri dengan cerai satu atau dua sedang iddah istri telah selesai? 

Imam Taqiyuddin al-Hishni di dalam kitab karyanya (Kifayah al Akhyar) menjelaskan bahwa ketika seorang suami menceraikan istrinya dengan satu atau dua (talak), maka diperbolehkan baginya merujuk (istri) selagi masa iddah belum selesai. Lantas bilamana masa iddah telah selesai, maka bagi suami boleh menikahinya, dan istrinya berada dalam bilangan perceraian yang tersisa bersamanya. 

Imam Syamsuddin; Muhammad bin Ahmad al Khatib al Syarbini al Syafi’i di dalam kitabnya (al Iqna’ Fi Hilli Alfadzi Abi Syuja’) juga menyatakan bahwa ketika masa iddah istri telah selesai dengan melahirkan atau dengan tiga kali suci atau dengan beberapa bulan, maka diperbolehkan baginya (suami) kembali (menikahinya) dengan akad yang baru. 

Masih di dalam kitab yang sama, al Syarbini juga menjelaskan bahwa syarat sahnya ruju’ ada 4, yaitu:

1. Cerai yang dijatuhkan adalah bukan cerai yang ketiga bagi istri yang merdeka dan bukan cerai yang kedua bagi budak.  

2. Keberadaan cerai setelah terjadinya hubungan intim. Jika cerai jatuh sebelum terjadinya hubungan intim, maka tidak ada ruju’ baginya. Dan seperti halnya hubungan intim adalah memasukkan sperma secara terhormat. 

3. Bukan cerai dengan tebusan (khulu’) dari istri atau yang lain. Jika cerai yang terjadi adalah cerai dengan tebusan (khulu’), maka tidak ada ruju’ sebagimana yang telah diuraikan di dalam bab Khulu’. 

4. Ruju’ dilakukan sebelum selesai masa iddah.

Dari pemaparan tersebut diatas, dapat diketahui bahwa cara ruju’ suami yang telah menceraikan istri dengan cerai satu atau dua pada saat masa iddah telah selesai adalah dengan melaksanakan akad yang baru, namun istri berada dalam bilangan perceraian yang tersisa bersamanya (tidak serta merta kembali utuh). Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi: 

وَإِذا طلق امْرَأَته وَاحِدَة أَو اثْنَتَيْنِ فَلهُ مراجعتها مَا لم تنقض عدتهَا فَإِن انْقَضتْ عدتهَا كَانَ لَهُ نِكَاحهَا وَتَكون مَعَه على مَا بَقِي من عدد الطَّلَاق الرّجْعَة . كفاية الأخيار في حل غاية الاختصار (ص: 408( 

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori: 

(فَإِذا انْقَضتْ عدتهَا) بِوَضْع حمل أَو أَقراء أَو أشهر (كَانَ لَهُ) إِعَادَة (نِكَاحهَا بِعقد جَدِيد) بِشُرُوطِهِ الْمُتَقَدّمَة فِي بَابه لبينونتها حِينَئِذٍ . الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع (2/ 449(

  

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Imam Al-Bukhori: 

(وشروط) صِحَة (الرّجْعَة أَرْبَعَة) وَترك خَامِسًا وسادسا كَمَا ستعرفه الأول (أَن يكون الطَّلَاق دون الثَّلَاث) فِي الْحر وَدون اثْنَيْنِ فِي الرَّقِيق وَلَو قَالَ كَمَا فِي الْمِنْهَاج لم يسْتَوْف عدد الطَّلَاق لشمل ذَلِك أما إِذا استوفى ذَلِك فَإِنَّهُ لَا سلطنة لَهُ عَلَيْهَا

(و) الثَّانِي (أَن يكون) الطَّلَاق (بعد الدُّخُول بهَا) فَإِن كَانَ قبله فَلَا رَجْعَة لَهُ لبينونتها وكالوطء استدخال الْمَنِيّ الْمُحْتَرَم) و) الثَّالِث (أَن لَا يكون الطَّلَاق بعوض) مِنْهَا أَو من غَيرهَا فَإِن كَانَ على عوض فَلَا رَجْعَة كَمَا تقدم تَوْجِيهه فِي الْخلْع) و) الرَّابِع (أَن تكون) الرّجْعَة (قبل انْقِضَاء الْعدة) فَإِذا انْقَضتْ فَسَيَأْتِي فِي كَلَام المُصَنّف فِي الْفَصْل بعده مَعَ أَن هَذَا الْفَصْل سَاقِط من بعض النّسخ . الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع (2/ 448( 

 

Referensi:

1. Kifayah al Akhyar. 408

2. Al Iqna’ Fi Hilli Alfadzi Abi Syuja’. II/ 449

3. Al Iqna’ Fi Hilli Alfadzi Abi Syuja’. II/ 448 

========= 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Ro Fie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Ibnu Malik Hafidzahullah

 

EDITOR: Al-Ustadzah Naumy Syarif Hafidzahallah

 

(Link Diskusi:https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1662003804013173/)