Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2143727
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
646
1831
2477
2071840
49389
70912
2143727
Your IP: 54.82.57.154
Server Time: 2018-01-22 06:16:49

Eko Budiono @ Kemarin pukul 0:15 Assalamualaikum para ustad..

langsung aja di bulan r0madlon ini kita sedang puasa..sementara islam juga menganjurkan kebersihan, yg saya tanyakan ketika kita sedang puasa melakukan sikat gigi, terus kita muntah..batal ndak puasanya..m0h0n jawabanya beserta dalilnya..maturnuwun sebelumnya..

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Batalkan puasa orang yang muntah dikarenakan menggosok gigi?”

Imam Ibnu Hajar al-Haitami di dalam kitabnya (al-Minhaju al-Qawim) menjelaskan bahwa syarat sah puasa yang no. 3 adalah menahan dari muntah. Maka batal puasa seseorang yang dengan sengaja berusaha muntah, sedang ia mengerti dan tidak terpaksa, walaupun tidak ada suatu hal yang kembali ke dalam perutnya, karena yang membatalkan adalah materi muntahnya, bukan karena kembalinya sesuatu ke dalam perut. Dan tidak berbahaya (tidak batal) muntah karena lupa atau karena tidak tahu jika memang udzur dan tanpa adanya usaha, hal ini mengacu pada hadits shahih Nabi yang menyatakan “Barang siapa tidak dapat mengendalikan muntah, sedang ia berpuasa, maka ia tidak harus menqadla’, dan berang siapa sengaja muntah, maka qadla’lah”.

Di dalam sebuah literatur Fiqh (al-Taqrirat al-Sadidah) juga dijelaskan bahwa muntah adalah makanan yang kembali setelah melewati tenggorokan walaupun air, dan walaupun rasa serta warnanya tidak berubah. Adapun hukumnya, jika seseorang muntah sedang mulutnya terkena najis, maka ia wajib membasuhnya dan berusaha keras dalam berkumur sehingga seluruh bagian mulut yang berkategori anggota dzahir terbasuh. Dan jika air masuk ke dalam perut secara tidak sengaja, maka tidak membatalkan puasa, karena menghilangkan najis adalah perintah.

Dengan demikian, hukum puasa orang yang muntah dikarenakan menggosok gigi adalah diperinci sebagai berikut: • Jika menggosok gigi merupakan upaya agar ia muntah, maka puasanya batal. • Jika menggosok gigi bukan merupakan upaya dan ia tidak berusaha muntah, maka puasanya tidak batal. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Rofie:

( الثالث الإمساك عن الاستقاءة فيفطر من استدعى القيء عامدا عالما مختارا وإن لم يعد منه شيء إلى جوفه لأنه مفطر لعينه لا لعود شيء منه ( ولا يضر تقيؤه ) نسيانا ( ولا جهلا إن عذر به ولا ( بغير اختياره ) لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم من ذرعه القيء أي غلبه وهو صائم فليس عليه قضاء ومن استقاء فليقض . المنهج القويم - (ج 1 / ص 507)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Rofie:

القيئ هو الطعام الذي يعود بعد مجاورة الحلق ولو ماء ولو لم يتغر طعمه ولونهز والحكم اذا خرج منه القيئ ان فمه متنجس فيجب عليه ان يغسله ويبالغ في المضمضة حتى ينغسل جميع ما في فمه من حده الظاهر ولايبطل الصوم اذا سبقه الماء الى الجوف بدون تعمد لان ازالة النجاسة ماءمور بها . التقريرات السديدة ص 446

Daftar Pustaka:

1. Al-Minhaju al-Qawim. I/ 507

2. Al-Taqrirat al-Sadidah. 446

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhorii

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I