Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2149137
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1698
4358
7887
2071840
54799
70912
2149137
Your IP: 54.234.0.2
Server Time: 2018-01-23 17:42:18

Tilmidzun Jadid@ 10 Juni pukul 4:56

Assalamualaikum bolehkah berbuka puasa dengan jimak sama istri?

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bolehkan berbuka puasa dengan melakukan hubungan intim?”

Imam Muhammad bin Amr bin Ali bin Nawawi al Jawi di dalam kitabnya (Nihayah al-Zain) menjelaskan bahwa kesunahan puasa yang kedua adalah segera berbuka setelah matahari jelas tenggelam dan sebelum shalat mengacu pada Hadits terdahulu (dan seterusnya). Pendapat yang terpercaya menyatakan bahwa berbuka puasa dengan melakukan hubungan intim tidak menghasilkan kesunahan, karena dapat melemahkan stamina.

Syaikh Sulaiman al-Jamal di dalam kitabnya (Hasyiyah al-Jamal) juga menjelaskan dengan mengutip pernyataan Imam Muhammad bin Ahmad bin Hamzah al-Ramli (م ر) yang menyatakan bahwa kesunahan segera berbuka adalah dengan mengkonsumsi sesuatu sebagaimana uraian di dalam kitab “al-Jawahir”. Dan keputusan tentang tidak mendapatkannya kesunahan berbuka dengan melakukan hubungan intim karena hal tersebut dapat melemahkan stamina dan membahayakan.

Imam Abdul Hamid al-Syarwani di dalam kitabnya (Hawasyi al-Syarwani) juga mengungkapkan bahwa guru kami telah sepakat dengan yang telah dipaparkan. Jika tidak ada sesuatu selain melakukan hubungan intim, maka berbukalah dengan hal itu. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa berbuka puasa dengan melakukan hubungan intim adalah diperbolehkan, hanya saja tidak mendapakan kesunahan segera berbuka selagi ada sesuatu yang lain yang dapat dikonsumsi. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Rofie:

( و ) الثاني ( تعجيل الفطر ) بعد تحقق الغروب وقبل الصلاة للخبر ..........الى ان قال والمعتمد عدم حصول سنة التعجيل بالجماع لما فيه من إضعاف القوة . نهاية الزين - (ج 1 / ص 194)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Zafi AL Dimass:

وعبارة شرح م ر ويسن تعجيل الفطر بتناول شيء كما في الجواهر وقضيته عدم حصول سنة التعجيل بالجماع وهو محتمل لما فيه من إضعاف القوة والضرر انتهت . حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري - (ج 4 / ص 390)

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

(قوله وتعجيل الفطر) ولا يحصل سنة التعجيل إلا بتناول شيئ بالجماع لما فيه من أضعاف القوة والضرار انتهى. شرح ستين مسألة - (ص 78)

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan:

وجمع شيخنا بما نصه فإن لم يجد إلا الجماع أفطر عليه. حواشي الشرواني - (ج 3 / ص 420)

Daftar Pustaka:

1. Nihayah al-Zain. I/ 194

2. Hasyiyah al-Jamal. IV/ 390

3. Syarh Sittin. 78

4. Hawasyi al-Syarwani. III/ 420

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I