Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2880402
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
75
1840
4761
2809480
18665
48266
2880402
Your IP: 54.234.228.78
Server Time: 2018-12-12 00:56:40

Zain Ibrahim 28 Juni 2016 pukul 3:58

Assalamu'alaikum ustdz ustadzah saya mau nanya. . Ketika seorang cewek sedang kedatangan tamu bulanan pada bulan ramadhan, apakah dia boleh makan/melakukan prkara yang membtalkan puasa pada siang hari? Dan apakah dia berdosa ketika makan disiang hari ? Dan apakah dia juga tetap mendapatkan kesunnahan untuk sahur ? Atas jawabannya dan refrensinya sayb ucapkan trima kasih. Wassalaamu'alaikum. . #ingin_memahami_perempuan_dengan_ilmu_Agama

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Ketika perempuan mengalami haidl, bolehkah ia boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan lain sebagainya?” Imam Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami di dalam kitabnya (Tuhfah al-Muhtaj) menyatakan bahwa ” Dan haram sebagaimana uraian di dalam kitab “:al-Anwar” atas wanita yang sedang haidl dan nifas menahan diri dari makan dan minum, yakni dengan niat berpuasa. Maka tidak wajib atas keduanya mendapatkan sesuatu yang membatalkan puasa (makan, minum)”.

Imam Abu Zakaria; Muhyiddin; Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab) juga menjelaskan bahwa ketika perempuan suci (dari haidl dan nifas) pada pertengahan siang hari (bulan Ramadhan), maka disunahkan baginya untuk menahan (dari semisal makan) pada sisa waktu yang ada, dan hal itu tidaklah wajib, hal ini telah dipaparkan dan dipilih oleh pengarang serta diputuskan oleh mayoritas ilmuan. Imam Haramain dan yang lain mengutip sebuah kesepakatan dikalangan shabat atas hal itu. Namun pengarang kitab “al-Iddah” menyatakan wajib menahan dari makan dan minum (imsak).

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa perempuan yang sedang mengalami haidl, boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum pada siang hari bulan Ramadhan. Hanya saja, jika ia mengalami suci pada siang hari, maka disunahkan baginya untuk menahan dari makan dan minum pada sisa waktu yang ada. “Apakah ia tetap disunahkan makan sahur?” Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyati di dalam kitabnya (I’anah al-Thalibin) menyatakan bahwa (Penyataan pengarang dan sunah bagi orang yang berpuasa) permulaan tentang kesunahan-kesunahan puasa (pernyataan pengarang: makan sahur)

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa orang yang hendak tidak atau bahkan haram berpuasa tidak disunahkan makan sahur. Wallhu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

وَيَحْرُمُ كَمَا فِي الْأَنْوَارِ عَلَى حَائِضٍ وَنُفَسَاءَ الْإِمْسَاكُ أَيْ : بِنِيَّةِ الصَّوْمِ فَلَا يَجِبُ عَلَيْهِمَا تَعَاطِي مُفْطِرٍ. تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 13 / ص 373)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:

(الثانية) إذا طهرت في أثناء النهار يستحب لها امساك بقيته ولا يلزمها لما ذكره المصنف هذا هو المذهب وبه قطع الجمهور ونقل امام الحرمين وغيره اتفاق الاصحاب عليه وحكي صاحب العدة في وجوب الامساك عليها. المجموع شرح المهذب - (ج 6 / ص 257)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

( قوله وسن لصائم إلخ ) شروع في سنن الصوم ) وقوله تسحر إعانة الطالبين - (ج 2 / ص 245)

Daftar Pustaka:

1. Tuhfah al-Muhtaj. XIII/ 373

2. Al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab. VI/ 257

3. I’anah al-Thalibin. II/ 245

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

 

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I