Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2521001
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1319
1538
9072
2437012
55005
71119
2521001
Your IP: 54.80.198.173
Server Time: 2018-06-21 19:42:01

Siti Rahayu @ 4 Juli 2016

Assalamu'alaikum . . . . . Titipan pda bulan Ramadlan, ada seorang cewek mengeluarkan darah berwana merah kehitaman (abang tuwek) selama 5 hari , kemudian 3 hari berhenti atau suci, diwaktu 3 hari suci dia berpuasa, tapi lalu keluar lagi darah slma 3 hari dngan warna darah yg sama . Pertanyaan 1. Darah apa sajakah yg di alami cewek itu ? 2. Sah kah puasanya cewek itu pada 3 hari saat darah berhenti ?

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Seorang wanita megeluarkan darah haidl selama 5 hari lalu darah berhenti selama 3 hari kemudian keluar lagi selama 3 hari?”

Di dalam sebuah literatur Fiqh (al-Ibanah Wa al-Ifadlah) dijelaskan tentang terhentinya darah diantara darah-darah haidl. Dijelaskan bahwa ketika seorang wanita mengeluarkan darah haidl selama 1 hari dan bersih (naqa’) selama satu hari atau mengeluarkan darah selama 1 jam dan bersih selama 1 jam dan seterusnya, maka tidak ada pro dan kontra dalam madzhab sesungguhnya hari-hari keluar darah adalah masa haidl dan tidak ada pro dan kontra bahwa sesungguhnya ketika ia tidak mengeluarkan darah, maka ia harus mandi, shalat dan puasa, suami boleh menyetubuhinya, karena yang jelas adalah suci dan tidak keluar darah kembali. Ulama’ berbeda pandangan tentang terhentinya darah diantara dua darah haidl, dan pendapat adzhar menyatakan haidl dengan syarat sebagai berikut:

·         Tidak melebihi 15 hari. Jika ia keluar darah selama 10 hari lalu darah terhenti dan tidak kembali kecuali pada hari ke 16, maka darah yang keluar pada hari ke 16 dan sebelumnya bukan darah haidl, melainkan ia suci, karena tidak diikuti darah pada hari ke 15.

·         Himpunan darah tidak kurang dari batas minimal haidl. Ketika himpunan darah kurang dari sehari semalam, maka darah tersebut dikategorikan darah istihadlah.

Di dalam sebuah literatur Fiqh yang lain (Risalah al-Mahidl) juga dijelaskan bahwa masa minimal haidl adalah sehari semalam, yakni kurang lebih 24 jam secara terus menerus mengacu pada adat dalam haidl, karena jika diselingi terhentinya darah, maka semua dikategorikan haidl selama tidak melebihi 15 hari dan tidak kurang dari batas minimal haidl mengacu pada salah satu pendapat (sahbi) yang merupakan pendapat yang terpercaya (mu’tamad). Sebagaian pendapat memyatakan suci dan pendapat ini dinamakan (al-laqthi). Adapun batas maksimal haidl adalah 15 hari 15 malam.

Dari pemaparan tersebut di atas dan mengacu pada pendapat yang terpercaya, dapat diketahui bahwa semua masa yang dilalui wanita tersebut, baik masa keluar darah (5 hari), terhenti (3 hari) dan keluar lagi (3 hari) adalah haidl.

“Bagaimanakah hukum puasa yang dilakukan wanita tersebut pada masa tidak keluar darah (3 hari)?”

Juga dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa puasa yang dilaksanakan wanita tersebut tidak sah, karena masa tidak keluar darah tersebut adalah dalam kategori haidl menurut pendapat yang terpercaya (mu’tamad). Namun jika mengacu pada pendapat al-laqthi, maka puasa yang dilaksanakan adalah sah, karena ia terbilang suci. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadzah Aumala Zhulfaa:

النقاء المتخلل بين الدماء الحيض: اذا رأت الحائض يوما دما ويوما نقاء او ساعة دما وساعة نقاء وهكذا، فلا خلاف على المذهب ان ايام الدم حيض، ولا خلاف انها اذا رأت النقاء يجب عليها ان تغتسل وتصلي وتصوم، ويجوز للزوج وطؤها، لأن الظاهر بقاء الطهر وعدم معاودة الدم، واختلفوا في النقاء الذي يكون بين دمي الحيض، والأظهر انه حيض بالشروط التالية : ان لا يجاوز الخمسة عشر يوما، فلو رأت الدم عشرة ايام ثم نقاء ولم يأتي الدم الا في السادس عشر، فالسادس عشر وما قبله ليس بحيض بل طهر لأن ذلك النقاء لم يعقبه دم في الخمسة عشر. ان لا ينقص مجموع الدماء عن اقل الحيض، فاذا نقص مجموع الدماء عن يوم وليلة فهذا الدم دم استحاضة واكثره خمسة عشر يوما بليالها....... الى ان قال الإبانة والإفاضة / 20

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

واقل الحيض زمنا يوم وليلة اى مقدار ذلك وهو اربعة وعشرون ساعة على اتصال معتاد فى الحيض اذ لو تخلله نقاء فالكل حيض اذا لم يجاوز خمسة عشر يوما ولم ينقص الدم عن اقل الحيض على قول السحب وهو المعتمد وقيل ان النقاء طهر ويسمى قول اللقط. رسالة المحيض –ص 3

Daftar Pustaka:

1.      Al-Ibanah Wa al-Ifadlah. 20

2.      Risalah al-Mahidl. 3

 

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Rofie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I