Arik Artha @ 12 Februari pukul 10:32 •

Assalamu’alaikum. Gimana hukum nya menunda2 sholat tapi dalam keadaan belajar?contoh nya.qt skolah SMA pulng jm2 siang sedangkan adzan dzuhur jm 12 kurng lebih nya

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bagaimanakah hukum mengahirkan shalat karena sekolah?”

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (al Majmu’ Syarh al Muhaddzab) menjelaskan bahwa madzhab kami (ilmuan dari kalangan madzhab Syafi’i) menyatakan bahwa keharusan melaksanakan shalat diawal waktu adalah keharusan yang bersifat lapang, dan keharusan tersebut masih berlangsung hingga dimungkinkan untuk melaksanakannya (pada waktunya). Pendapat ini juga dikemukakan oleh Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Dawud juga mayoritas pakar Fiqh. Hal ini juga dikutip oleh Imam al Mawardi dari mayoritas pakar Fiqh.

Di dalam sebuah literatur Kaidah Fiqh (al Asybah Wa Al Nadhair) dijelaskan bahwa yang pasti, pendapat yang lebih autentik (ashah) menyatakan bahwa di dalam shalat dan kewajiban-kewajiban yang bersifat lapang ketika tidak dilaksanakan pada awal waktu, maka harus berniat untuk melaksanakannya pada pertengahan waktu (sebelum waktu habis), namun yang populer tidak demikian. Di dalam kitab “Jam’u al Jawami’”, Imam al Subki juga menetapkan bahwa tidak harus berniat (semacam itu) bagi orang yang mengahirkan).

Dari pemaparan tersebut di atas, secara eksplisit dapat diketahui bahwa hukum mengahirkan shalat hingga jam 2 (sebelum waktu habis) karena sebuah kesibukan seperti sekolah adalah boleh, karena keharusan melaksanakan shalat bersifat lapang dan tidak harus dilaksanakan pada awal waktu, hanya saja ia harus berniat untuk melaksanakannya pada pertengahan waktu (sebelum waktu habis) mengacu pada pendapat yang lebih autentik. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Farid Muzakki:

(الشرح : (مذهبنا الصلاة تجب باول الوقت وجوبا موسعا ويستقر الوجوب بامكان فعلها وبه قال مالك واحمد وداود واكثر العلماء نقله الماوردى عن اكثر الفقهاء . المجموع شرح المهذب - (ج 3 / ص 47)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

و التحقق أن الأصح في الصلاة في الصلاة و في كل و اجب موسع إذا لم يفعل في أول الوقت أنه لابد عند التأخير من العزم على فعله في أثناء الوقت و المعروف في الأصول خلاف ذلك و قد جزم السبكي في جمع الجوامع بأنه لا يجب العزم على المؤخر . الأشباه والنظائر - شافعي - (ج 1 / ص 46)

Daftar Pustaka: 1. Al Majmu’ Syarh al Muhaddzab. III/ 47 2. Al Asybah Wa Al Nadhair. I/ 46

=========

MUSYAWIRIN: Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie Sakera

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I