Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2882160
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
603
1230
6519
2809480
20423
48266
2882160
Your IP: 34.228.41.66
Server Time: 2018-12-13 10:34:01

Siti Rahayu@ 20 Juli 2016 pukul 12:03

Assalamu'alaikum --- kangen ama MTTM nitip soal: batalkah sholatnya cewek yang disentuh kulitnya atau tersenggol temannya (yg jelas temen perempuan) yang sedang HAID ???

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Batalkah shalat perempuan yang pada saat pelaksanaannya disenggol wanita lain yang sedang haidl?”

Imam Zainuddin; Abi al-Farj; Abdurrahman bin Syihabuddin al-Baghdadi yang populer dengan sebutan Ibnu Rajab di dalam kitabnya (Fathu al-Bari) mengungkapkan bahwa secara global, badan wanita yang sedang haidl adalah suci, keringat dan sisa air dalam bejana mereka adalah seperti orang junub. Beliau mengklaim bahwa semua Ulama’ sepakat dengan hal itu selain seorang ilmuan.

Imam Abdullah bin Ahmad bin Qudamah (ilmuan dari kalangan madzhab Hambali) di dalam kitabnya (al-Mughni) juga mengungkapkan bahwa wanita yang sedang haidl, orang junub dan orang musyrik ketika telah membasuh tangan dengan air adalah suci, sedang air yang dipergunakan tidak ada masalah di dalamnya kecuali terdapat najis ditangan mereka. Adapun tubuh mereka adalah suci.

Syaikh Isma’il Zain di dalam kitabnya (Qurrah al-‘Ain) menjelaskan bahwa tersentuhnya pakaian anak keci dan bergantungnya ia terhadap orang yang sedang melaksanakan shalat, bukan digendong, maka hal itu tidak membatalkan shalat, sebagaimana orang yang sedang shalat yang meletakkan di bawah telapak kakinya sebuah pucuk tali yang berhubungan dengan najis.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa hukum shalat perempuan yang pada saat pelaksanaannya disenggol wanita lain yang sedang haidl adalah sah, karena wanita yang sedang haidl tidak dalam kategori najis. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

وفي الجملة ؛ فبدن الحائض طاهر ، وعرقها وسؤرها كالجنب ، وحكى الإجماع على ذَلِكَ غير واحد مِن العلماء فتح الباري ـ لابن رجب - (ج 1 / ص 402)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

مسألة : قال : والحائض والجنب والمشرك إذا غمسوا أيديهم في الماء فهو طاهر أما طهارة الماء فلا إشكال فيه إلا أن يكون على ايديهم نجاسة فإن أجسامهم طاهرة . المغني - (ج 1 / ص 244)

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

أما مجرد مماسة لباس الصبي وتعلقه بالمصلي دون أن يحمله فلا تبطل به الصلاة وهو كمن يصلى ويضع تحت قدمه طرف الحبل المتصل بالنجاسة والله أعلم. قرة العين بفتاوى الشيخ إسماعيل الزين ص : ٥٥

Daftar Pustaka:

1.      Fathu al-Bari. I/ 402

2.      Al-Mughni. I/ 593

3.      Qurrah al-‘Ain. 55

 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Rofie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I