Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2380190
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2110
7386
16671
2293792
65649
80405
2380190
Your IP: 54.224.99.70
Server Time: 2018-04-26 15:15:33

Abdul Faqir 2 November 2016 pukul 1:08

assalamualaikum wr wb

poro yai jeng nyai,,, qulo bde tnglet... bolehkah membatalkan atw memberhentikan sholat sunnah ktika iqomah brkumandang

? matur swun...

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bolehkah membatalkan pelaksanaan shalat sunah pada saat iqomah dikumandangkan?”

 

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab) menjelaskan bahwa jika seseorang masuk di dalam shalat sunah, kemudian shalat berjama’ah akan didirikan, jika ia tidak mengkhawatirkan lewatnya berjama’ah, maka sempurnakanlah shalat sunah yang dilaksanakan untuk kemudian masuk dalam (shalat) jama’ah, dan jika khawatir terlewatkan, maka putuskanlah, karena berjama’ah lebih utama. Hal senada juga dipaparkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami di dalam kitabnya (Tuhfah al-Muhtaj).

Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad al-Syaukani di dalam kitabnya (Nailu al-Authar) menambahkan dengan mengutip pernyataan Imam Abu Hamid al-Syafi’iyah yang menyatakan bahwa sesungguhnya yang lebih utama adalah keluar dari shalat sunah jika dengan menyempurnakannya, keistimewaan takbiratul ihram (bersama Imam) terlewatkan dan ini telah jelas.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum membatalkan pelaksanaan shalat sunah pada saat iqomah dikumandangkan adalah diperinci sebagai berikut:

·         Jika dengan menyempurnakan shalat sunah tersebut dapat menyebabkan ketinggalan shalat berjama’ah secara keseluruhan (sampai Imam melakukan salam), maka boleh memutuskannya, bahkan menurut Imam Abu Hamid, jika menyebabkan tertinggalnya pelaksanaan takbiratul ihram bersama Imam, maka diutamakan keluar dari pelaksanaan shalat sunah.

·         Jika tidak demikian maka sempurnakan shalat sunahnya. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

(وان دخل في صلاة نافلة ثم اقيمت الجماعة فان لم يخش فوات الجماعة أتم النافلة ثم دخل في الجماعة وان خشي فواتها قطع النافلة لان الجماعة أفضل) . المجموع شرح المهذب - (ج 4 / ص 208)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife​:

( فَإِنْ كَانَ فِيهِ ) أَيْ النَّفْلِ حَالَ الْإِقَامَةِ ( أَتَمَّهُ ) نَدْبًا سَوَاءٌ الرَّاتِبَةُ ، وَالْمُطْلَقَةُ إذَا نَوَى عَدَدًا ، فَإِنْ لَمْ يَنْوِهِ اُتُّجِهَ الِاقْتِصَارُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ ( إنْ لَمْ يَخْشَ فَوْتَ الْجَمَاعَةِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ). تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 8 / ص 207)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

قال الشيخ أبو حامد من الشافعية : أن الأفضل خروجه من النافلة إذا أداه إتمامها إلى فوات فضيلة التحريم وهذا واضح انتهى. نيل الأوطار - (ج 3 / ص 102)

 

Daftar Pustaka:

1.      Al-Majmu’ Syarh al-Muhaddzab. IV/ 208

2.      Tuhfah al-Muhtaj. VIII/ 207

3.      Nailu al-Authar. III/ 102

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Rofie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Abdulloh Salam

8.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik.S.P.d.I

 

Link Diskusi: <a href="/ https://www.facebook.com/groups/MTT...">Disini</a>