DOC_1297. Hukum Shalat Di Atas Kasur

Jhulietz 12 Februari 2017 pukul 11:03

Assalamualaikum ustadz n ustadzah

Mau nanya gmna hukum nya orang yg shalat di tempat k tiduran atau di atas kasur, trima kasih

 

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bagaimanakah hukum shalat di atas Kasur?”

Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syatha al-Dimyati di dalam kitabnya (I’anah al-Thalibin) menjelaskan bahwa rukun shalat yang no. 6 adalah sujud walaupun disemisal tempat tidur yang dapat bergerak ketika ia bergerak, karena yang berpengaruh pada ketidak afsahan sujud adalah sujud pada sesuatu yang dibawa (mushalli) yang bisa berubah sa'at ia bergerak.

Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi al-Bantani di dalam kitabnya (Tausyih) juga menjelaskan bahwa (pada saat sujud) wajib memberikan beban dengan dahi sekira tempat sujudnya terbebani oleh kepala, dan tidak cukup dengan hanya menyentuhkan kepala pada tempat sujud melainkan harus ditekan sehingga jika di bawah kepala terdapat kapas, maka akan menempel sebagai indikasi adanya beban.

Imam Zakariya al-Anshari di dalam kitabnya (Syarh al-Minhaj) juga menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan sujud hendaknya mengangkat bagian bawah anggota tubuhnya, yakni pantat dan sekitarnya di atas anggota tubuh bagian atas. Jika dibalik atau sama (rata), maka tidak diperbolehkan karena yang semacam itu bukan sujud seabagaimana orang telungkup yang melonjorkan kakinya. Iya, jika disebabkan karena penyakit sehingga tidak memungkinkan melaksanakan sujud kecuali dengan cara semacam itu, maka hal itu telah mencukupi.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum melaksanakan shalat di atas kasur adalah diperbolehkan dengan praktik sujud sebagaimana ketentuan di atas, yaitu posisi pantat berada di atas kepala dan pada posisi dahi, kasur harus mengalami amblas sebagai indikasi adanya beban. والله اعلم

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz عبد الغفور مشكور:

( قوله ولو نحو سرير ) لو قال كنحو سرير تمثيلا لغيره المحمول المتحرك بحركته لكان أولى لأنه لا معنى للغاية

( قوله لأنه ليس بمحمول له ) تعليل لمحذوف أي وإنما اكتفى بالسجود على نحو السرير المتحرك بحركته لأنه ليس بمحمول له , والمؤثر إنما هو المحمول له. إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 162)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Abdulloh Salam:

ويجب التحامل بالجبهة بحيث ينال موضع سجوده ثقل رأس ولا يكفي امساس رأسه موضع سجوده بل يتحامل على رأسه بحيث لو كان تحته اي تحت رأسه قطن مثلا لانكبس الى ان قال وظهر الثقل الذي هو أثره. توشيح ٩٤

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Abdulloh Salam:

و أن يرفع أسافله أي عجيزته وما حولها على أعاليه فلو انعكس أو تساويا , لم يجزه لعدم اسم السجود كما لو أكب على وجهه ومد رجليه نعم إن كان به علة لا يمكنه معها السجود إلا كذلك أجزأه. شرح المنهج - (ج 1 / ص 376)

Daftar Pustaka:

1. I’anah al-Thalibin. IV/ 202

2. Tausyih. 94

3. Syarh al-Minhaj. I/ 376

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

8. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik. S.P. d I

 

Cari Artikel

Statistik

3256397
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1674
1910
5943
3177249
59816
70412
3256397
Your IP: 54.221.145.174
Server Time: 2019-06-25 18:20:15