Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2636434
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
362
1468
7533
2564294
28057
70732
2636434
Your IP: 54.224.220.72
Server Time: 2018-08-17 03:19:58

Achmad Muhammad @ 19 November pukul 11:36 

Assalamualaikum . Mau Tanya Adakah ulama' yang memperbolehkan waqof dengan uang 

~~~~~~~~~ 

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

“Adakah Ulama’ yang memperbolehkan waqaf dengan uang?” 

Prof. DR. Wahbah al Zuhaili (Ulama’ kontemporer) di dalam kitab karyanya (al Fiqh al Islam Wa Adillatuhu) menjelaskan bahwa Ilmuan dari kalangan madzhab Hambali dan yang lain telah menetapkan tentang kategori sesuatu yang boleh diwaqafkan dan tidak. Mereka menyatakan bahwa sesuatu yang boleh diwaqafkan adalah segala hal yang boleh diperjual belikan, boleh dimanfa’atkan serta tetapnya materi dengan ketetapan yang berkesinambungan, seperti halnya pekarangan, hewan-hewan, senjata, perkakas/perlengkapan dan lain sebagainya. Sedang sesuatu yang tidak dapat dimanfa’atkan selain dengan merusaknya seperti dinar, dirham (mata uang) dan sesuatu yang bukan hiasan, makanan, minuman, lilin dan lain sebagainya tidak dapat diwaqafkan menurut sekelompok pakar Fiqh, karena waqaf adalah menahan yang asal dan memanfa’atkan kegunaan, dan sesuatu yang tidak dapat dimanfa’atkan kecuali dengan merusak tidak sah diwaqafkan, karena tidak ada kemungkinan untuk memanfa’atkan selama-lamanya. Hanya saja ilmuan terdahulu dari kalangan madzhab Hambali memperbolehkan waqaf dengan dinar, dirham, sesuatu yang dikatar, juga sesuatu yang ditimbang. 

Imam Abu Muhammad; Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qadamah al Jama’ili al Hambali di dalam kitabnya (al Mughni) juga menjelaskan bahwa sesungguhnya sesuatu yang tidak mungkin dimanfa’atkan serta ketetapan materinya seperti dinar, dirham, makanan, minuman, lilin, dan kesamaannya tidak sah diwaqafkan dalam pandangan pakar Fiqh dan ilmu secara umum, kecuali sesuatu yang diceritakan dari Imam Malik, Imam al Auza’i dalam menyikapi waqaf dengan makanan yang menyatakan bahwa hal itu adalah boleh. Namun hal ini tidak diceritakan oleh sahabat-sahabat Imam Malik dan ini tidaklah benar, karena waqaf adalah menahan yang asli dan memanfa’atkan kegunaannya, dan sesuatu yang tidak dapat dimanafa’atkan kecuali dengan merusak tidak sah diwaqafkan. Sebagian pendapat dalam menyikapi dinar dan dirham menyatakan sah mengacu pada penadapat yang memperbolehkan menyewakan keduanya. 

Dari pemaparan tersebut di atas, secara eksplisit dapat diketahui bahwa ilmuan terdahulu dari kalangan madzhab Hambali, dan Imam Malik menyatakan kebolehan waqaf dengan uang, namun mayoritas pakar Fiqh menyatakan tidak boleh dan tidak sah. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan: 

وقد وضع الحنابلة وغيرهم ضابطاً لما يجوز وقفه، وما لا يجوز، فقالوا: الذي يجوز وقفه هو كل ما جاز بيعه، وجاز الانتفاع به، مع بقاء عينه، وكان أصلاً يبقى بقاء متصلاً كالعقار والحيوانات والسلاح والأثاث وأشباه ذلك. وما لا ينتفع به إلا بالإتلاف مثل الدنانير والدراهم (النقود) وما ليس بحلي، والمأكول والمشروب والشمع وأشباهه، لا يصح وقفه في قول جماعة من الفقهاء؛ لأن الوقف تحبيس الأصل، وتسبيل الثمرة، وما لا ينتفع به إلا بالإتلاف لا يصح فيه الوقف؛ لأنه لا يمكن الانتفاع به على الدوام. إلا أن متقدمي الحنفية أجازوا وقف الدنانير والدراهم والمكيل والموزون، لكن الظاهر أنه لا يجوز الآن لعدم التعامل به كما سيأتي . الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (10/ 7608(

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Al-Ihsany: 

أَنَّ مَا لَا يُمْكِنُ الِانْتِفَاعُ بِهِ مَعَ بَقَاءِ عَيْنِهِ، كَالدَّنَانِيرِ وَالدَّرَاهِمِ، وَالْمَطْعُومِ وَالْمَشْرُوبِ، وَالشَّمْعِ، وَأَشْبَاهِهِ، لَا يَصِحُّ وَقْفُهُ، فِي قَوْلِ عَامَّةِ الْفُقَهَاءِ وَأَهْلِ الْعِلْمِ، إلَّا شَيْئًا يُحْكَى عَنْ مَالِكٍ، وَالْأَوْزَاعِيِّ، فِي وَقْفِ الطَّعَامِ، أَنَّهُ يَجُوزُ. وَلَمْ يَحْكِهِ أَصْحَابُ مَالِكٍ وَلَيْسَ بِصَحِيحِ؛ لِأَنَّ الْوَقْفَ تَحْبِيسُ الْأَصْلِ وَتَسْبِيلُ الثَّمَرَةِ، وَمَا لَا يُنْتَفَعُ بِهِ إلَّا بِالْإِتْلَافِ لَا يَصِحُّ فِيهِ ذَلِكَ. وَقِيلَ فِي الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ: يَصِحُّ وَقْفُهَا، عَلَى قَوْلِ مَنْ أَجَازَ إجَارَتَهُمَا . المغني لابن قدامة (6/ 34(

 

Daftar Pustaka:

1. Al Fiqh al Islam Wa Adillatuhu. 10/ 7608

2. Al Mughni. VI/ 34

 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie Sakera

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: 

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP.d I

 

EDITOR: 

Al-Ustadzah Naumy Syarif

 

Link Diskusi: Klik Disini