Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2887178
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
896
1998
11537
2809480
25441
48266
2887178
Your IP: 3.80.177.176
Server Time: 2018-12-16 13:08:59

Santri Aswaja@ 17 September 2016 pukul 2:09

Assalamu'alaikum. Apakah kurban arisan itu bisa dinamakan qurban nadzar ??

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Apakah arisan kurban bisa dinamakan kurban nadzar?”

Imam Ahmad Salamah al-Qalyubi di dalam kitabnya (Hasyiyata al-Qalyubi Wa ‘Amirah) menjelaskan bahwa qurban tidak menjadi wajib kecuali dengan kewajiban (dengan nadzar). Yang dikehendaki dengan hal itu, sesungguhnya niat membeli (hewan) untuk dikurbankan tidak menyebabkan menjadi wajib. Ini menurut pendapat ashah. Kurban menjadi wajib dengan nadzar dan yang menyamainya, seperti ucapan “Aku jadikan (kambing, sapi) ini sebagai kurban” atau “Ini adalah (hewan) kurban”

Imam Muhammad Khatib al-Syarbini di dalam kitabnya (Mughni al-Muhtaj) juga menjelaskan bahwa dalam ungkapan (sighat) nadzar disyaratkan harus berupa ungkapan yang mengindikasikan sebuah ketetapan. Maka tidak sah dengan hanya niat sebagaimana akad-akad yang lain. Nadzar juga menjadi sah dengan isyarat orang bisu yang memahamkan, dan seyogyanya keafsahannya juga sah dengan ungkapan kinayah disertai niat, sebagaimana yang dikemukakan oleh guru kami.

Imam Syamsuddin; Muhammad bin Abi al-Abbas; Ahmad bin Hamzah; Syihabuddin al-Ramli di dalam kitabnya (Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj) dalam sebuah cabang hukum menyatakan bahwa jika seseorang berkata “Jika aku memiliki kambing ini, maka karena Allah aku akan berkurban dengannya”, maka tidak menjadi wajib walaupun ia memilikinya, karena penentuan (ta’yin) tidak berlaku dalam tanggungan (dzimmah). Berbeda dengan ungkapan “Jika aku memiliki kambing, maka karena Allah aku akan berkurban dengannya”, maka menjadi wajib ketika ia memiliki kambing, karena sesuatu yang tidak ditentukan berlaku dalam sebuah tanggungan. Dua masalah ini dipaparkan oleh para ilmuan. Simaklah dalam kitab “al-Raudlah” dan yang lain. (dikutip dari Imam Syihabuddin bin Qasim al-Ubbadi).

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa jika tidak ada ungkapan-ungkapan yang mengandung atau memuhi unsur nadzar, maka tidak menjadi kurban wajib, karena pada umumnya, orang mengikuti arisan adalah agar memperoleh hewan kurban, sedang kurban hanya menjadi wajib dengan adanya “iltizam” (kesanggupan yang terucap), bukan dengan niat. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

[كتاب الأضحية] قوله: (لا تجب إلا بالتزام) يريد به أن نية الشراء للأضحية لا توجبها وهو كذلك على الأصح، قوله: (بالنذر) أي وما ألحق به كجعلتها أضحية أو هذه أضحية. حاشيتا قليوبي وعميرة (4/ 250)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

وأما الصيغة فيشترط فيها لفظ يشعر بالتزام فلا ينعقد بالنية كسائر العقود وتنعقد بإشارة الأخرس المفهمة وينبغي كما قال شيخنا انعقاده بكناية الناطق مع النية. مغني المحتاج - (ج 4 / ص 355)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

[فرع] لو قال: إن ملكت هذه الشاة فلله علي أن أضحي بها لم تلزمه، وإن ملكها لأن المعين لا يثبت في الذمة بخلاف إن ملكت شاة فلله علي أن أضحي بها فتلزمه إذا ملك شاة لأن غير المعين يثبت في الذمة، كذا صرحوا بهما فانظر الروض وغيره انتهى سم على منهج. نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (8/ 131)

 

Daftar Pustaka:

1. Hasyiyata al-Qalyubi Wa ‘Amirah. IV/ 250

2. Mughni al-Muhtaj. IV/ 355

3. Nihayah al-Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj. VIII/ 131

 

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS: Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I