Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2149101
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1662
4358
7851
2071840
54763
70912
2149101
Your IP: 54.234.0.2
Server Time: 2018-01-23 17:31:17

Chilyatun Nafisah 3 Desember 2016 pukul 5:20

Assalamu'alaikum

Yai Ibnu Malik, ada titipan.

Pak zaid adalh seorang kaya dan 'alim. Dia punya putri dipesantre bernama hindun.

Suatu hari pak zaid mengirim putrinya sekalipus niat mengeluarkan zakat mal kpd anak pesantren dan diwakilkan kpd putrinya.

"nanti zakatnya ayah kasihkan temanmu yg kurang mampu ya".

Sebut saja fatimah, dia cewek yg kurang mampu namun berhati mulia, dia lebih mendahulukan orang lain, sampai-sampai hindun pun punya hutang 50.000 kpd fatimah saat fatimah mendapat rizki.

Pertanyaan

bolehkah zakat ayahnya hindun diberikan kpda fatimah tapi dengan niat melunasi hutangnya hindun ??

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُللهِوَالصَّلاَةُوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللهِوَعَلَىآلِهِوَصَحْبِهِوَمَنْوَالاَهُ

“Bolehkah Hindun sebagai wakil memberikan zakat ayahnya kepada Fatimah sekaligus dengan niat melunasi hutang Hindun kepada Fatimah sebagaimana dalam deskripsi masalah?”

Imam Ibrahim bin Ali bin Yusuf al-Syirazi; Abu Ishaq di dalam kitabnya (al-Muhaddzab) menyatakan bahwa wakil tidak memiliki wewenang dalam pendistribusian kecuali berdasar izin orang yang mewakilkan, baik (izin) melalui ucapan atau convensi, karena pendistribusiannya adalah berdasar izin. Maka wewenangnya sebatas yang ditekankan.

Syaikh Sulaiman al-Jamal di dalam kitabnya (Hasyiyah al-Jamal) juga mengingatkan bahwa wakil adalah orang yang terpercaya, karena ia merupakan kepanjangan tangan orang yang mewakilkan dalam otoritas dan pendistribusian, maka otoritasnya laksana orang yang mewakilkan.

Di dalam sebuah literatur kontemporer (Fatawa al-Syabkah al-Islamiyah) juga ditegaskan bahwa wakil tidak memiliki wewenang untuk mendistribusikan sesuatu pada selain yang ditekankan pewakil, dan ketika wakil menyalahinya, maka ia berdosa dan bertanggung jawab.

Dengan demikian Hindun tidak boleh menjadikan zakat ayahnya sebagai pembayar hutangnya, karena ia hanya sebagai wakil yang otoritasnya di bawah komando pewakil. Dan kalaupun Hindun mendapat izin dari ayahnya dalam hal tersebut, maka zakat tersebut tetap tidak boleh dijadikan pembayar hutangnya, karena pada dasarnya Hindun merupakan orang yang wajib dinafkahi oleh ayahnya, sedangkan hutang tersebut pada hakikatnya merupakan bagian dari nafkah yang seharusnya dupenuhi oleh ayahnya seandainya tidak berupa hutang. Oleh karena itulah, bila zakat ayahnya tersebut dijadikan pembayar hutangnya, maka sama saja dengan si ayah menyerahkan zakat pada anaknya sendiri dan menggugurkan kewajibannya dalam menafkahinya. واللهاعلم

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Abdulloh Salam:

ولايملكالوكيلمنالتصرفإلامايقتضيهإذنالموكلمنجهةالنطقأومنجهةالعرفلانتصرفهبالإذنفلايملكإلامايقتضيهالإذنوالإذنيعرفبالنطقوبالعرف

المهذب - (ج 1 / ص 350)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

قولهوالوكيلأمينأيلأنهنائبعنالموكلفياليدوالتصرففكانتيدهكيدهولأنالوكالةعقدإرفاقومعونةوالضمانمنافلذلك

حاشيةالجملعلىالمنهجلشيخالإسلامزكرياالأنصاري - (ج 6 / ص 704)

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan:

ولايملكالوكيلصرفالشيءإلىغيرمنحددهالموكل،وإذاخالفالوكيل،فإنهآثمضامن.

واللهأعلم.

فتاوىالشبكةالإسلامية - (ج 2 / ص 4673)

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

وكذلكلايجوزدفعالزكاةإلىالأبناءوالبناتوفروعهمإنكانواصغاراً،أوكباراًمجانينأومرضىمزمنين،لأننفقةهؤلاءواجبةعلىآبائهم.

الفقهالمنهجيعلىمذهبالإمامالشافعي (2/ 65)

Dasar pengambilan (5) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

[مَسْأَلَةُلَايُعْطَىمِنْالصَّدَقَةالْمَفْرُوضَةلِلْوَالِدَيْنِ]

(1767) مَسْأَلَةٌ: قَالَ: (وَلَايُعْطَىمِنْالصَّدَقَةِالْمَفْرُوضَةِلِلْوَالِدَيْنِ،وَإِنْعَلَوْا،وَلَالِلْوَلَدِ،وَإِنْسَفَلَ) قَالَابْنُالْمُنْذِرِأَجْمَعَأَهْلُالْعِلْمِعَلَىأَنَّالزَّكَاةَلَايَجُوزُدَفْعُهَاإلَىالْوَالِدَيْنِ،فِيالْحَالِالَّتِييُجْبَرُالدَّافِعُإلَيْهِمْعَلَىالنَّفَقَةِعَلَيْهِمْ،وَلِأَنَّدَفْعَزَكَاتِهِإلَيْهِمْتُغْنِيهِمْعَنْنَفَقَتِهِ،وَتُسْقِطُهَاعَنْهُ،وَيَعُودُنَفْعُهَاإلَيْهِ،فَكَأَنَّهُدَفَعَهَاإلَىنَفْسِهِ،فَلَمْتَجُزْ،كَمَالَوْقَضَىبِهَادَيْنَهُ

المغنيلابنقدامة (2/ 482)

Dasar pengambilan (6) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

السؤال

هليجوزصرفمالزكاةوالديلنفسيمثلتسديدإيجارشقةأوصرفهالمعقبلاستخراجتصريحزواجأوأقساطسيارة؟

الإجابــة

الحمدللهوالصلاةوالسلامعلىرسولاللهوعلىآلهوصحبه،أمابعـد:

فلايجوزللوالدأنيدفعزكاةمالهلولدهعلىأنهفقيرأومسكين،لأنهإنكانكذلكفنفقتهواجبةعلىالوالد،وإنكانالولدغنياًفليسهومنأهلالزكاةإلاإذاكانالولدمديناًمعسراًعجزعنسداددينهفإنهيجوزللوالدأنيعطيابنهمنالزكاةعلىأنهمنالغارمين،كمافصلنافيالفتاوى: 12275، 30406، 28769، 121017.

وبناءعليهفإنكانالابنقدوجبتفيذمتهأجرةالسكنوعجزعنسدادهافلهحلان:

الأولى: أنتكونأجرةالسكنليستواجبةفيالأصلعلىأبيهلكونالابنلاتجبنفقتهعلىأبيهفيجوزحينئذللوالدأنيعطيهمايسددبهدينه.

الثانية: أنتكونأجرةالسكنواجبةفيالأصلعلىالأبلكونالولدتجبنفقتهعلىأبيهولميستطعالأبتوفيرسكنلهمعه،فقامالابنباستئجارالسكنالمذكور،فلايجوزحينئذللأبأنيدفعزكاتهفيسدادأجرةالسكن،ولايجوزلهأنيدفعلهزكاتهلأجلشراءسيارة.

واللهأعلم.

(Sumber: http://l.facebook.com/l.php?u=http%...)

Daftar Pustaka:

1. Al-Muhaddzab. I/ 350

2. Hasyiyah al-Jamal. VI/ 704\

3. Fatawa al-Syabkah al-Islamiyah. II/ 4673

4. Al-Fiqh al-Manhaji ‘Ala Madzhab al-Imam al-Syafi’i. II/ 65

5. Al-Mughni Li Ibni Qadamah. II/ 482

6. Fatawa.

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

8. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

 

Al-Ustadz Ibnu Malik​ SP. d I