DOC_101. Hukum Mengambil Cincin Ketika Putus Tunangan

Ibrahim Ar Roqi@1 April 2013.

Assalamu alaikum Wr Wb.

Pertanyaan:

Ustad saya ingin bertanya Tanya, misalnya ada orang tunangan disitu di kasih cincin (sebagai pengikat) dan uang dan lain sebagainya, apakah harus di kembalikan barang tersebut setelah putus tunangannya? Atas jawabanya saya ucapkan terimakasih.

Jawaban:

Waaalaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh. Kepada saudara Ibrahin Ar Roqi@ yang dimulyakan Allah. Untuk menjawab pertanyaan yang saudara paparkan diatas kami akan menjawab sebagai berikut:

(1). Pemberian suatu barang dari pihak laki-laki, baik itu berupa pakaian, perhiasan, makanan, minuman atau yang lainnya, jika memang diberikan dengan tujuan hadiah kepada wanita yang dilamar, maka tidak boleh diminta kembali jika pertunangan dibatalkan, baik dibatalkan atas kesepakatan kedua belah pihak atau dibatalkan oleh salah satu pihak, termasuk kalau perkawinannya tak jadi dilaksanakan karena salah satunya meninggal dunia .

(2). Sedangkan jika barang-barang tersebut diberikan supaya wanita tersebut menikah dengan pria yang memberikan barang-barang tersebut, maka barang-barang yang diberikan saat lamaran tersebut boleh diminta kembali jika masih ada, jika sudah rusak maka ia boleh meminta ganti. Begitu juga jika barang-barang tersebut diberikan tanpa ada ucapan (tidak jelas apakah diberikan agar wanita tersebut menikah dengannya atau tujuannya memberi hadiah) sebab umumnya seorang laki-laki memberikan sesuatu saat lamaran bertujuan agar wanita tersebut menikah dengannya.

Pendapat yang menyatakan bahwa pihak lelaki boleh meminta kembali barang yang diberikan saat lamaran, baik yang membatalkan pihak lelaki atau wanita adalah pendapat yang difatwakan Imam Romli. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab beliau "Tuhfatul Muhtaj" juga berpendapat demikian, namun dalam kitab Fatawi-nya beliau membedakan dua hal tersebut.

Berdasarkan penjelasan Imam Rofi'i dalam bab shidaq (mas kawin) Ibnu Hajar Al-Haitami menyimpulkan bahwa jika pihak perempuan yang membatalkan pertunangan, maka pihak lelaki boleh meminta kembali barang-barang tersebut,namun bila yang membatalkan pertunangan adalah pihak lelaki sendiri, maka pihak lelaki tidak boleh meminta kembali barang-barang itu.

Kesimpulan jawabannya, cincin tersebut harus dikembalikan jika diminta oleh laki-laki tersebut menurut pendapat Imam Romli dan salah satu pendapat Ibnu Hajar. Sedangkan menurut pendapat Ibnu Hajar dalam itab Fatawi-nya lelaki tersebut tidak berhak untuk meminta kembali cincin yang telah ia berikan. Wallohu A'lam.

Dasar Pengambilan:

فرع : سئلعمنخطبامرأةثمأنفقعليهانفقةليتزوجهافهللهالرجوعبماأنفقهأولا؟فأجاب : بأنلهالرجوعبماأنفقهعلىمندفعهلهسواءأكانمأكلاأممشرباأمملبساأمحلوىأمحلياوسواءرجعهوأممجيبهأمماتأحدهما؛لأنهإنماأنفقهلأجلتزوجهافيرجعبهإنبقيوببدلهإنتلفوظاهرأنهلاحاجةإلىالتعرضلعدمقصدهالهديةلالأجلتزوجهبها؛لأنهصورةالمسألةإذلوقصدذلكلميختلففيعدمالرجوع. اهـ. فتاوىمرالكبيروفيقلعلىالجلال

فرع : دفعالخاطببنفسهأووكيلهأووليهشيئامنمأكولأومشروبأونقدأوملبوسلمخطوبتهأووليهاثمحصلإعراضمنالجانبينأومنأحدهماأوموتلهماأولأحدهمارجعالدافعأووارثهبجميعمادفعهإنكانقبلالعقدمطلقا. (1)*

Dasar Pengambilan:

قوله:( ومندفعلمخطوبتهالخ) هذهالمسألةسيذكرهاالشارحفيأواخربابالصداق،ونصها: لوخطبامرأة،ثمأرسلأودفعإليها،بلالفظمالاقبلالعقد،أيولميقصدالتبرع،ثموقعالإعراضمنهاأومنه،رجعبماوصلهامنه.اه. قالفيالتحفةهناك،أيلأنقرينةسبقالخطبةتغلبعلىالظنأنهإنمابعثأودفعإليهالتتمتلكالخطبة.اه (قوله: فردقبلالعقد) أيلميقبل،وقولهرجععلىمنأقبضه،أيلأنهإنمادفعإليهاماذكرلأجلالتزويج. (2)*

Dasar Pengambilan:

مسألةش : دفعلمخطوبتهمالاًبنيةجعلهفيمقابلةالعقداستردهإذالميتفقالعقدويصدقفيذلكاهـ. قلت: ورجحذلكفيالتحفة،وخالففيفتاويهفقال: ولوأهدىلمخطوبتهفاتفقأنهملميزوجوه،فإنكانالردمنهمرجعبماأنفقلأنهلميحصلغرضهالذيهوسببالهدية،أومنهفلارجوعلانتفاءالعلةاهـ. وأفتىالشهابالرمليبأنلهالرجوعأيضاًمطلقاً،سواءكانالردمنهأومنهم،كمالوماتفيرجعفيعينهباقياًوبدلهتالفاًمأكلاًومشرباًوحلياًاهـ. (3)*

Dasar Pengambilan:

 

وسئلعمنخطبوأجيبفأنفقثملميزوّجوهفهليرجععليهمبماأنفق؟. فأجاببقوله: اختلفالمتأخرونفيذلكوالذيدلعليهكلامالرافعيفيالصداقأنهإنكانالردمنهمرجععليهملأنهلميهدلهمإلابناءًعلىأنيزوّجوهولميحصلغرضهفإنكانالردمنهفلارجوعلهلانتفاءالعلةالمذكورة. (4)*

Referensi Kitab:

(1)*. Hasyiyah Al-Jamal Ala Syarhil Manhaj, Juz : 4 Hal : 129

(2)*. I'anatut Tholibin, Juz : 3 Hal : 185

(3)*. Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 214

(4)*. Al-Fatawi Al-Fiqhiyah Al-Kubro, Juz : 4 Hal : 94


Tim Kepengurusan Majlis Ta'lim Tanah Merah:

Tim Untuk Menyetuji Postingan Baru Atau Permintaan Bergabung Di MTTM Diantaranya:
(1). Al_Ustad Mas Ghoffar Sudrajad. (2). Al_Ustadzah Chaya Maymey (3). Al_ Ustad Zafi Al_Dimass .

Tim Mujawwibin Diantaranya:
(1 ) Al_Ustad Rathoh Bangkalan. (2). Al_Ustad Phutra Randu Alass. (3). Al_Ustad Abdul Ghofur Masykur. (4). Al_Ustad Preman Bertasbiih. (5). Al_Ustad Dha Kho Chan. (6). Al_Ustad Nazri El Rahman. (7). Al_Ustad Imam_Syafii Shoghirokh. (8). Al_Ustad Arie Geng Geng. (9). Al_Ustad Wildan Al_Fariqi. (10). Al_Ustad Mazz Erlangga. (11). Mbah Jibrilmikailisrofilizrofili. (12). Al_Ustadzah Ummu Salamah dan Ustadzah Intan Nur Azizah.

Tim Peneliti Sekaligus Pentashih:
(1). Al_Ustad Brojol Gemblung. (2). Al_ Ustad Wes Qie. (3). Al_Ustad Farid Muzakki. (4). Al_Ustad Sude Pati. (5). Al_Ustad Mazz Rofii. (6). Al_Sunde Pati dan Al_Ustad Fachruddien Elfazas.

Tim Penasihat: (1). Al_Ustad Afif Nthue. (2). Al_Ustad Minhajul Islam. (3). Al_ Ustad Zaini Mjk.

Editor: Guslik An_Namiri.

DOC_099. Hukum Menikahi Anak Kembar Siyam

Mitha Quen@ 18 April 2013

Assalamualaikum warahmtullahi wabarkatuh.

Kepada segenap Admin dan member yang saya hormati. Saya ingin bertanya seperti dibawah ini.

Ada seorang pria ingin menikahi pacarnya, akan tetapi sipacar adalah kembar siam, yang mempunyai dua kepala satu badan dan satu organ kewanitaan:Jadi bagaimana hukumnya ? Atas jawabannyaterima kasih.


Jawaban :


Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Kepada saudara Mitha Quen@ yang dimulyakan Allah. Merespon pertanyaan yang saudara tanyakan diatas kami menyimpulkan sebagai brikut:

Read more: DOC_099....

DOC_089. Istri Mempunyai Hasil Sendiri Bolehkah Bersodaqah

Pertanyaan Saudara Ediy Irawan@.

Assalamualaikum. saya mau tanya lagi ne. ada sepasang suami istri. Si suami punya perkerjaan sendiri. Si istri pun punya pekerjaan sendiri. pertanyaan saya. gimana hukumnya seorang istri menghabiskan uang sendiri. uang dkasih ama org tuanya di kasih ama saudaranya tanpa memberi tau kpd suami. kan uang tersebut hasil tenaga sendiri bukan dikasih oleh suami. apakah istri tersebut berdosa karen tidak minta izin dulu pada suami.

Jawaban :

Wa alaikumsalam.

Menurut kalangan Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan pendapat terkuat dikalangan Hanabilah, wanita yang telah dewasa dan pintar diperbolehkan mengelola hartanya sendiri meskipun tanpa izin suaminya dan tidak dibatasi jumlah maksimalnya.

Read more: DOC_089....

Cari Artikel

Statistik

3240218
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2781
3500
9482
3163277
43637
70412
3240218
Your IP: 54.145.45.143
Server Time: 2019-06-18 23:16:55