DOC_927. Tentang Hadits Nabi “Pernikahan Adalah Perbudakan”

Ali Yasin Al-manduri @ 8 Oktober 2015 pukul 23:45 

Assalamu alaikum wr wb 

ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﺭﻕ ﻓﻠﻴﻨﻈﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺃﻳﻦ ﻳﻀﻊ ﻛﺮﻳﻤﺘﻪ 

saya menemukan redaksi hadist ini dalam sebuah kitab sepintas memberi pemahaman bahwa nikah adalah perbudakan tolong jelaskan maksud dan penjelasan hadist di atas 

~~~~~~~~~ 

JAWABAN: 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ 

Mohon penjelasan tentang hadits Nabi “Pernikahan adalah Perbudakan”? 

Hujjah Al-Islam; Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad; Imam Besar; Abu Hamid al-Ghazali yang populer dengan sebutan imam al Ghazali di dalam kitabnya (Ihya’ Ulum al Din) merekomendasikan bahwa wajib bagi seorang wali untuk menjaga budi pekerti laki-laki yang menjadi suami (anaknya), lihatlah kemuliaanya, maka jangan menikahkannya dengan laki-laki yang buruk naluri dan perangainya, atau lemah keagamaannya, atau malas dari pelaksanaan ibadah, atau tidak sepadan dalam keturunannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda “Pernikahan adalah ibarat perbudakan, maka hendaknya salah satu dari kalian melihat dimana akan meletakkan dan memposisikan kemuliannya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Amr al Tauqani di dalam kitab “Ma’asyirah al Ahlin” dengan derajat “mauquf” atas ‘Aisyah dan Asma’ putri sahabat Abu Bakar. al Baihaqi mengklaim dan meriwayatkan hadits tersebut dengan derajat “marfu’”, namun derajat “mauquf” adalah lebih autentik (ashah). al-Ghazali juga mengingatkan bahwa bersikap selektif bagi perempuan yang akan menikah adalah yang terpenting, karena ia adalah laksana budak dalam pernikahan dan tidak ada opsi baginya. Sedang suami memiliki kewenangan atas perceraian dalam segala situasi dan kondisi. Dan ketika seorang wali menikahkan anak perempuannya dengan laki-laki dzalim, atau pelaku dosa, atau pelaku bid’ah, atau peminum minuman keras, maka ia telah berbuat dosa atas agamanya serta melahirkan murka Allah karena telah memutuskan hak bersilaturrahmi dan tidak bersikap selektif dalam memilih. Hal senada juga diuraikan oleh Sayyid Sabiq di dalam kitabnya (Fiqhu al Sunnah), beliau juga menampilkan sebuah hadits Nabi yang menyatakan “Barang siapa menikahkan (anak) perempuannya yang mulia dengan (laki-laki) pelaku dosa, maka ia telah memutuskan kekerabatannya.” HR. Ibnu Hibban dengan sanad yang sahih) 

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hadits Nabi “Pernikahan adalah perbudakan” adalah sebuah rekomendasi dan peringatan agar berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih calon pasangan hidup. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan: 

ويجب على الولي أيضا أن يراعي خصال الزوج ولينظر لكريمته فلا يزوجها ممن ساء خلقه أو خلقه أو ضعف دينه أو قصر عن القيام بحقها أو كان لا يكافئها في نسبها قال صلى الله عليه و سلم النكاح رق فلينظر أحدكم أين يضع كريمته // حديث النكاح رق فلينظر أحدكم أين يضع كريمته رواه أبو عمر التوقاني في معاشرة الأهلين موقوفا على عائشة وأسماء ابنتي أبي بكر قال البيهقي وروى ذلك مرفوعا والموقوف أصح //  والاحتياط في حقها أهم لأنها رقيقة بالنكاح لا مخلص لها والزوج قادر على الطلاق بكل حال ومهما زوج ابنته ظالما أو فاسقا أو مبتدعا أو شارب خمر فقد جنى على دينه وتعرض لسخط الله لما قطع من حق الرحم وسوء الاختيار . إحياء علوم الدين - (ج 2 / ص 41)

  

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Ibnu Malik: 

اختيار الزوج : وعلى الولي أن يختار لكريمته، فلا يزوجها إلا لمن له دين وخلق وشرف وحسن سمت، فان عاشرها عاشرها بمعروف، وإن سرحها سرحها بإحسان. قال الامام الغزالي في الاحياء: والاحتياط في حقها أهم، لانها رقيقة بالنكاح لا مخلص لها، والزوج قادر على الطلاق بكل حال. ومهما زوج ابنته ظالما أو فاسقا أو مبتدعا أو شارب خمر، فقد جنى على دينه وتعرض لسخط الله لما قطع من الرحم وسوء الاختيار. قال رجل للحسن بن علي: إن لي بنتا، فمن ترى أن أزوجها له؟ قال: زوجها لمن يتقي الله، فان أحبها أكرمها، وإن أبغضها لم يظلمها. وقالت عائشة: النكاح رق، فلينظر أحدكم أين يضع كريمته. وقال صلى الله عليه وسلم: 0 من زوج كريمته من فاسق فقد قطع رحمها). رواه ابن حبان في الضعفاء من حديث أنس، ورواه في الثقات من قول الشعبي باسناد صحيح. فقه السنة - (ج 2 / ص 24) 

 

Referensi:

1. Ihya’ Ulum al Din. II/ 41

2. Fiqhu al Sunnah. II/ 24 

========= 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Ro Fie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik Hafidzahullah

 

EDITOR:

Al-Ustadzah Naumy Syarif Hafidzahallah

 

(Link Diskusi:https://www.facebook.com/groups/MTTM1/permalink/1667638936782993/)

DOC_917. Hukum Mendesah Dengan Menyebut Nama “Allah” Saat Berhubungan Intim

Siti UL Faniyah @ 18 September 2015 pukul 19:40 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 

Bismillaah. Langsung saja ustad dan ustazah saya ingin bertanya gimana hukumnya desahan sepasang suami istri saat berhubungan intim menyebut nama Allah Allah Allah sampai selesai....? 

~~~~~~~~~ 

Read more: DOC_917....

DOC_897. Tentang Hadits Nabi “Wanita Dinikahi Karena Empat Faktor”

Safrowi Ahmad @ 10 Oktober 2015 pukul 10:59 

Assalamu alaikum . Minta penjekalasan tentang syarh hadist di bawah ini jelaskan dengan detail kalimat dan penjabarannya  

ﺗﻨﻜﺢ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻷﺭﺑﻊ: ﻟﻤﺎﻟﻬﺎ, ﻭﻟﺠﻤﺎﻟﻬﺎ, ﻭﻟﺤﺴﺒﻬﺎ, ﻭﻟﺪﻳﻨﻬﺎ ﻓﺎﻇﻔﺮ ﺑﺬﺍﺕ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﺮﺑﺖ ﻳﺪﺍﻙ 

~~~~~~~~~ 

Read more: DOC_897....

DOC_913. Talak Yang Ke Empat Pasca Muhallil

Cipto Prasetyo @ 3 Oktober 2015 pukul 21:37 

Assalamualaikum para angota MTTM..langsung aja, apabila seorang suami menikah lagi dgn istrinya yg sudh tolak 3,dan udh menikah dgn muhalil, ketika suami menjatuhkan tolak lgi berarti tolak berapa..mohon jawabanya beserta dalil dalilnya maturnuwun.. 

~~~~~~~~~ 

Read more: DOC_913....

DOC_883. Pahala Wanita Yang Rela Di Madu

Shakila Adibah Az Zahra @ 2 Oktober 2015 pukul 20:18

 

Assalamualaykum  . Ada ga pahalanya jika wanita rela di poligami?

 

~~~~~~~~~

 

JAWABAN:

 

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

Bagaimana pahala wanita yang rela dipoligami?

 

Imam Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthir al Likhami al Syami; Abu al Qasim al Thabrani

Read more: DOC_883....

Cari Artikel

Statistik

3240180
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2743
3500
9444
3163277
43599
70412
3240180
Your IP: 54.145.45.143
Server Time: 2019-06-18 22:58:28