Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2056606
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
577
1553
10594
1976011
33180
73193
2056606
Your IP: 54.167.44.32
Server Time: 2017-12-15 08:00:01

Anton Cokerz@ 11 Juli 2014

Assalamu alaikum. Minta referensi pak ustad, apa yang di maksud nabiyil ummiyil.

Gelar ini di sandang oleh baginda nabi muhammad SAW. Waalaikum salam wr wb

 

=========

 

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

Apakah yang dimaksud dengan gelar Nabi “Al Ummi”?

Dalam menanggapi pertanyaan yang telah diutarakan oleh sahabat fillah Anton Cokerz tersebut diatas, segenap anggota musyawirin MTTM memiliki pandangan sebagai berikut:

 

Allah subchanahu wa ta’ala berfirman:

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (QS. Al Baqarah: 78)

Imam Abu Al Fida’; Ismail Ibnu Amr Ibnu Katsir Al Qarasyi Al Dimasyqa dalam menafsiri ayat tersebut diatas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah “diantara mereka ada yang buta huruf” adalah orang-orang ahli kitab. Ibnu Katsir juga mengutip pernyataan Imam Mujahid yang menyatakan bahwa kata “Al Ummiyun” merupakan bentuk jama’ dari suku kata “Ummi”. Yaitu seseorang yang tidak dapat menulis dengan baik. Pendapat ini juga dikemukakan oleh Imam Al ‘Aliyah, Al Rabi’, Qatadah, Ibrahim Al Nakha’i juga yang lain. Arti semacam itu telah diperjelas dalam firman Allah: “mereka tidak mengetahui Al kitab (Taurat).” Ya’ni mereka tidak mengetahui isi kitab Taurat. Demikian juga didalam sifat Nabi yang dinyatakan bahwa sesungguhnya beliau adalah “ummi”. Karena sesungguhnya beliau tidak dapat menulis dengan baik sebagaimana firman Allah subchanahu wa ta’ala:

 

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. Andai kata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu). (QS. Al ‘Ankabut: 48).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda: “Aku adalah ummat yang buta huruf (ummi) yang tidak dapat menulis dan menghitung. Bulan itu sekian dan sekian dan sekian. (Al Hadits)

 

Allah subchanahu wa ta’ala juga berfirman:

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah (Al Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al Jumu’ah: 2)

 

Allah subchanahu wa ta’ala juga berfirman:

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis didalam Taurat dan Injil yang ada disisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al A’raf: 157)

 

Imam Abu Al Chasan; Ali Ibnu Muchammad Ibnu Muchammad Ibnu Chabib Al Bishri Al Baghdadi yang lebih populer dengan sebutan Imam Al Mawardi dalam menafsiri ayat tersebut diatas menyatakan bahwa didalam penyebutan Nabi Muchammad sebagai “ummi” terdapat tiga pendapat dalam menafsirinya:

 

• Pendapat pertama menyatakan bahwa Rasulullah disebut “ummi” karena beliau tidak dapat menulis.

• Pendapat kedua menyatakan bahwa Rasulullah disebut “ummi” karena beliau dilahirkan disebuah ibu kota yaitu Mekah.

• Pendapat ketiga menyatakan bahwa Rasulullah disebut “ummi” karena diantara orang-orang arab terdapat orang yang buta huruf. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Dasar pengambilan (1) oleh Al-Ustadz Opick Syahreza:

 

{ وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلا يَظُنُّونَ (78) فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79) }
يقول تعالى: { وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ } أي: ومن أهل الكتاب، قاله مجاهد: والأميون جمع أمي، وهو: الرجل الذي لا يحسن الكتابة، قاله أبو العالية، والربيع، وقتادة، وإبراهيم النَّخَعي، وغير واحد (4) وهو ظاهر في قوله تعالى: { لا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ [إِلا أَمَانِيَّ] } (5) أي: لا يدرون ما فيه. ولهذا في صفات النبي صلى الله عليه وسلم أنه أمي؛ لأنه لم يكن يحسن الكتابة، كما قال تعالى: { وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ } [العنكبوت: 48] وقال عليه الصلاة والسلام: "إنا أمة أمية، لا نكتب ولا نحسب، الشهر هكذا وهكذا وهكذا" الحديث. أي: لا نفتقر في عباداتنا ومواقيتها إلى كتاب ولا حساب وقال تعالى: { هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ } [الجمعة: 2] تفسير ابن كثير الجزء 1. صفحة 310.

 

Dasar pengambilan (2) oleh Al-Ustadz Preman Berr Tasbih:

 

لَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157)  الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع عنهم إصرهم والأغلال التي كانت عليهم فالذين آمنوا به وعزروه ونصروه واتبعوا النور الذي أنزل معه أولئك هم المفلحون} {الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمّيَّ} يعني محمداً صلى الله عليه وسلم وفي تسميته بالأمي ثلاثة أقاويل: أحدها: أنه لا يكتب. الثاني: لأنه من أم القرى وهي مكة. الثالث: لأن من العرب أمة أميةتفسير الماوردي = النكت والعيون  2 .

Referensi:
1. Tafsir Ibnu Katsir. I/ 310
2. Tafsir Al Mawardi. II/ 268

 

=========

MUSYAWIRIN:
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:
1. Al-Ustadz Brojol Gemblung
2. Al-Ustadz Wes Qie
3. Al-Ustadz Abdul Malik
4. Al-Ustadz Ro Fie
5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin
6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori
7. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS Dan EDITOR:
I. Al-Ustadz Ibnu Malik Hafidzahullah
II. Al-Ustadzah Naumy Syarif Hafidzahallah