Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2521544
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
282
1580
9615
2437012
55548
71119
2521544
Your IP: 54.158.15.97
Server Time: 2018-06-22 03:23:37

Yesline Ochiell 23 Oktober 2016 pukul 18:33

Assalamu'alaikum....! kpd pr asatidz q pgen nanya nih. Bagamana hkum menelan ludah istri/suami

. plus 'ibarot yaaa... syukron.

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

“Bagaimanakah hukum menelan ludah pasangan saat berciuman?” Imam Abu Amr Yusuf bin Abdillah bin Muhammad bin Abdul Bar bin ‘Ashim al-Namry al-Qurthubi di dalam kitabnya (al-Tamhid Lima Fi al-Muwattha’) menjelaskan bahwa dikatakan sesungguhnya ludah adalah sesuatu yang keluar dari mulut. Ia memiliki dua bahasa, yaitu “Bushaq” dan “Buzaq”. Ingus adalah sesuatu yang keluar dari hidung. Dahak adalah yang keluar dari tenggorokan. Dan hal-hal tersebut tidaklah najis.

Di dalam sebuah literatur Fiqh Kontemporer (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah) juga dijelaskan bahwa yang asal tentang air mulut manusia adalah kesuciannya selama tidak terkena najis.

Imam Abdurrahman al-Jaziri di dalam kitabnya (al-Fiqh ‘Ala al-Madzahib al-Arba’ah) juga menjelaskan bahwa diantara hal yang membatalkan puasa adalah menelan ludah istri karena merasa lezat dengan hal itu, biji gandum atau biji-bijian yang dari luar mulutnya, kecuali ia mengemut yang kemudian hilang dan tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya.

Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi Al-Jawi Al-Bantani di dalam kitabnya (Tausikh ‘Ala Fathu al-Qarib al-Mujib) juga menjelaskan bahwa dikecualikan dari kalimat “tidak menjijikkan” yakni pada umumnya adalah sperma, ingus dan ludah, karena sesungguhnya hal-hal tersebut diharamkan karena menjijikkan, bukan karena kenajisannnya, dan letak keharaman meminum ludah adalah ketika keluar dari mulut, jika tidak, maka tidak haram. Dan ketika tidak bermaksud mengharap berkat, seperti ludah dan ingus orang tua, maka boleh meminumnya karena mengharap berkat. Juga selagi tidak dilarutkan dalam semisal air, jika tidak, maka boleh meminumnya. Juga selagi tidak bermaksud mencari kenikmatan sebagaimana ludah istri, jika tidak, maka boleh.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum menelan ludah pasangan saat berciuman atau yang lain adalah diperinci sebagai berikut:

• Jika tidak terkena najis dan tidak dalam kondisi berpuasa, maka hukumnya adalah boleh • Jika tidak demikian, maka hukumnya adalah haram karena menelan barang yeng terkena najis dan dapat membatalkan puasa. Wallahu a’lam bis shawab.

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Ibnu Malik:

يقال إن البصاق ما خرج من الفم وفيه لغتان بصاق وبزاق والمخاط ما خرج من الأنف والنخامة ما خرج من الحلق وليس شيء من ذلك بنجس. التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد - (ج 22 / ص 136)

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

الأَْصْل فِي مَاءِ فَمِ الإِْنْسَانِ طَهُورِيَّتُهُ مَا لَمْ يُنَجِّسْهُ نَجَسٌ. الموسوعة الفقهية الكويتية - (ج 8 / ص 96)

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

ومنه ابتلاع ريق زوجته للتلذذ به . ومنه ابتلاع حبة حنطة أو سمسمة من خارج فمه لأنه يتلذذ بها . إلا إذا مضغها فتلاشت ولم يصل منها شيء إلى جوفه. الفقه على المذاهب الأربعة - (ج 1 / ص 903)

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Abdulloh Salam:

وخرج بعدم الاستقذار اي عرفا المني ونحوه كمخاط وبزاق فان ذلك وان حرم تناوله لاستقذاره لا لنجاسته ومحل حرمة تناول البزاق اذا خرج من معدته وهو الفم و الا لم يحرم، واذا لم يقصد التبرك كبزاق ولي ومخاطه، فانه يجوز تناوله تبركا به وما لم يستهلك في نحو ماء والا جاز تناوله وما لم يقصد به الاستلذاذ كريق زوجة والا جاز. توشيح على فتح القريب المجيب ٦٣

Daftar Pustaka:

1. Al-Tamhid Lima Fi al-Muwattha’. XXII/ 136

2. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah. VII/ 96

3. Al-Fiqh ‘Ala al-Madzahib al-Arba’ah. I/ 903

4. Tausikh ‘Ala Fathu al-Qarib al-Mujib. 63

=========

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

MUSHAHIH:

1. Al-Ustadz Tamam Reyadi

2. Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3. Al-Ustadz Abdul Malik

4. Al-Ustadz Rofie

5. Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6. Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7. Al-Ustadz Abdulloh Salam

8. Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik. SP. d I