Get Adobe Flash player

Cari

adsense

Statistik

2782636
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
895
1629
5618
2712337
37572
45614
2782636
Your IP: 54.162.118.107
Server Time: 2018-10-17 09:54:17

Alan Topan

• 24 Desember 2016 pukul 14:29 • Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Assalamu alaikum ustad/ustadeh .maunanyak. bagai mana hukum nya org yg habis jimak sama istri gak langsung mandi besar

terima kasih

~~~~~~~~~

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

 

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

 

“Bagaimanakah hukum mengahirkan mandi junub?”

 

Imam Ahmad bin Ali bin Hajar; Abu al-Fadl al-Asqalani al-Syafi’i di dalam kitabnya (Fathu al-Bari) dalam bab “keringat orang junub dan sesungguhnya orang Muslim tidak najis” menyatakan bahwa di dalamnya terdapat indikasi kebolehan mengahirkan mandi dari waktu awal kewajibannya, dan Ibnu Hibban menyusunnya untuk menolak anggapan orang sedang junub ketika terjatuh ke dalam sumur kemudian ia berniat mandi, maka airnya menjadi najis dan Imam al-Bukhari juga menjadikannya sebagai landasan atas kesucian keringat orang junub, karena badannya tidak menjadi najis sebab junub, demikian juga cucuran air matanya. Juga mengindikasikan atas kebolehan bagi orang junub untuk beraktifitas guna memenuhi kebutuhannya sebelum ia mandi.

 

Imam Badruddin al-Hanafi di dalam kitabnya (Umdah al-Qadir) juga menjelaskan bahwa di dalamnya terdapat kebolehan mengahirkan mandi. Yang wajib hendaknya ia tidak mengahirkannya hingga lewatnya waktu shalat.

 

Imam Abu Zakariya; Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya (Syarh al-Nawawi ‘Ala al-Muslim) juga menjelaskan bahwa Hadits-hadits yang telah disebutkan di dalam bab ini mengindikasikan bahwa sesungguhnya mandi jinabah tidak harus segera, hanya saja akan menjadi sempit ketika ia hendak mendirikan shalat dan ini adalah konsensus orang-orang Muslim.

 

Imam Abdurrahman al-Jaziri di dalam kitabnya (al-Fiqh ‘Ala Madzahib al-Arba’ah) juga menjelaskan bahwa masuknya waktu shalat adalah syarat wajib melaksanakan shalat pada waktunya, bukan asal kewajibannya, maka tidak wajib melaksanakan tayammum kecuali setelah masuk waktu dengan kewajiban yang bersifat leluasa pada awal waktu (shalat) dan bersifat sempit ketika waktu juga telah sempit. Demikian juga dengan wudlu’ dan mandi.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum mengahirkan mandi junub adalah boleh selagi waktu shalat tidak sempit, namun jika waktu shalat telah sempit, maka bersegera mandi adalah wajib. والله اعلم

 

Dasar pengambilan (1) oleh al-Ustadz Zafi AL Dimass:

 

وفيه جواز تأخير الاغتسال عن أول وقت وجوبه وبوب عليه بن حبان الرد على من زعم أن الجنب إذا وقع في البئر فنوى الاغتسال أن ماء البئر ينجس واستدل به البخاري على طهارة عرق الجنب لان بدنه لا ينجس بالجنابة فكذلك ما تحلب منه وعلى جواز تصرف الجنب في حوائجه قبل أن يغتسل

فتح الباري - ابن حجر - (ج 1 / ص 391)

 

Dasar pengambilan (2) oleh al-Ustadz Jojo Finger-looser ItmyLife:

 

الرابع فيه جواز تأخير الاغتسال عن أول وقت وجوبه والواجب أن لا يؤخره إلى أن يفوته وقت صلاة

عمدة القاري شرح صحيح البخاري - (ج 5 / ص 321)

 

Dasar pengambilan (3) oleh al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi:

 

وفى هذه الأحاديث المذكورة فى الباب أن غسل الجنابة ليس على الفور وانما يتضيق على الانسان عند القيام إلى الصلاة وهذا باجماع المسلمين

شرح النووي على مسلم - (ج 3 / ص 219)

 

Dasar pengambilan (4) oleh al-Ustadz Tamam Reyadi:

 

أما الوقت فهو شرط لوجوب الأداء لا لأصل الوجب فلا يجب أداء التيمم إلا إذا دخل الوقت بكون الوجوب موسعا في أول الوقت ومضيقا إذا ضاق الوقت وكذلك في الوضوء والغسل

الفقه على المذاهب الأربعة - (ج 1 / ص 145)

 

Daftar Pustaka:

1.      Fathu al-Bari. I/ 391

2.      Umdah al-Qadir. V/ 321

3.      Syarh al-Nawawi ‘Ala al-Muslim. III/ 219

4.      Al-Fiqh ‘Ala Madzahib al-Arba’ah. I/ 145

=========

 

MUSYAWIRIN:

Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)

 

MUSHAHIH:

1.      Al-Ustadz Tamam Reyadi

2.      Al-Ustadz Wesqie Zidan Ardan

3.      Al-Ustadz Abdul Malik

4.      Al-Ustadz Rofie

5.      Al-Ustadz Moh Ilhamudin

6.      Al-Ustadz Imam Al-Bukhori

7.      Al-Ustadz Abdulloh Salam

8.      Al-Ustadz Ibnu Hasyim Alwi

 

PERUMUS:

Al-Ustadz Ibnu Malik S P. d I

Link Diskusi: <a href="/ https://www.facebook.com/groups/MTT...">Disini</a>